Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Menuju Idul Adha, Harga Daging Mulai Merangkak Naik Di Pasar

Jelang idul adha proyeksi kenaikan harga pangan melambung sudah diproyeksikan jauh-jauh hari sebelumnya. Beberapa pantauan di berbagai pasar di Indonesia harga daging kini mulai terkatrol naik.

Seringnya menjelang idul fitri maupun idul adha maka beberapa bahan makan pokok termaasuk daging-dagingan bakal melambung naik. Namun akibat krisis pandemi corona menyebabkan penurunan stok serta tersendatnya arus distribusi yang menyebabkan beberapa harga pangan mulai merangkak naik.

Beberapa pedagang di pasar induk di berbagai wilayah mengatakan harga untuk daging sapi saat ini tergolong stabil namun bakal naik seiring mendekati hari raya. Sedangkan untuk daging ayam harga berubah-ubah namun seringnya malah naik.

Seperti di salah satu pasar cianjur harga daging ayam terpantau naik sampai menembus harga Rp. 40.000 – Rp. 42.000. Semula harga ayam naik turun stabil di harga Rp. 32.000-an.

Malah beberapa hari sebelumnya untuk daging ayam sempat menyentuh harga Rp. 45.000 per kilonya.

Naiknya harga daging ayam ini disebabkan oleh minimnya stok daging dari distributor sehingga memicu naiknya harga. Namun seringnya hal ini disebabkan oleh permainan dari distributor nakal yang menginginkan harga daging melambung tinggi. Apalagi beberapa pekan mendatang sudah idul adha.

Permasalahan impor juga mempengaruhi stok ketersediaan daging ayam. Hal ini dipicu oleh macetnya impor bahan baku untuk pakan ayam seperti impor sisa makanan yang biasa dibuat untuk makanan ayam potong.

Akibat pandemi ini jalur distribusi utama soal impor dan ekspor benar-benar melambat. Beberapa malah tersendat hanya sampai di pelabuhan dan belum mendapat izin untuk dikirimkan. Hal ini yang menyebabkan permasalahan di bisnis-bisnis dalam negeri.

Sedangkan untuk daging sapi sementara belum terpantau bermasalah namun apabila impor terlambat maka diprediksi juga akan mengalami hal yang sama. Harga bakal melambung tinggi saat mendekati hari H idul adha.

Kemudian melambungnya harga sebagian kebutuhan pangan di pasar juga disebabkan akibat beberapa pedagang pasar terkonfirmasi positif covid-19. Hal ini memicu turunnya jumlah pembeli akibat khawatir tertular sehingga beberapa pedagang menaikkan harga untuk menutupi kerugian.

Sedangkan untuk peternak sendiri beberapa mengaku masih belum bisa menutupi kerugian akibat jebloknya harga daging di awal-awal pandemi ini berlangsung. Walaupun harga daging sudah naik cukup tinggi namun kerugian yang ditanggung sebelumnya juga terhitung parah.

Sebelumnya memang akibat turunnya daya beli masyarakat saat memasuki awal penyebaran covid-19  membuat masyarakat enggan membeli ini itu. Beberapa memilih melakukan saving money untuk bertahan sampai pemerintah jelas memberikan bantuan.

Sampai beberapa peternak jengkel akibat daging tidak laku di pasar, mereka memilih membagikan ayam-ayam dengan harga jauh murah daripada tidak laku sama sekali.