Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Minim Fasilitas, Ini Cara Papua Tekan Penyebaran Corona

Di tengah minimnya fasilitas, Provinsi Papua dan Papua Barat terus melakukan penekanan terhadap penyebaran virus Corona dengan berbagai kebijakan dan strategi. 

 Muhammad Musaad, Assekda II Papua dalam diskusi Baru Kebijakan Pembangunan Papua Memasuki Era Normal Baru (9/6), menyatakan salah satu kebijakan strategis Papua dalam menangani virus Corona adalah menutup akses masuk manusia dari luar wilayah. 

“Kita kan provinsi yang pertama menutup pintu masuk pelabuhan laut maupun di airport bagi pergerakan orang di luar Papua, maupun antara kabupaten di Papua. Karena kita sadar, bahwa kalau kita tidak melakukan tindakan preventif yang cepat, maka mungkin saja ini akan semakin meluas,” ungkapnya. 

Diskusi tersebut diselenggarakan oleh Gugus Tugas Papua di Universitas Gadjah Mada. Adapun para pembicara yang hadir dalam acara tersebut adalah sejumlah pemimpin daerah di Papua, para akademisi dan wakil pemerintah. 

Musaad menyampaikan, Pemerintah Papua sangat menyadari jika di sana minim fasilitas kesehatan.

Hingga saat ini ada 202 ruang isolasi di seluruh wilayah Papua dengan total 4.275 tempat tidur yang ada di seluruh rumah sakit. 

Untuk jumlah dokter yang bertugas ada 1.077 dokter dengan rincian hanya ada 7 spesialis paru, 32 spesialis penyakit dalam dan 23 spesialis anestesi. 

Karena minimnya fasilitas ini maka nantinya masyarakat Papua akan kesulitan jika kasus Covid-19 di wilayah tersebut tinggi. Hal ini membuat pemerintah memilih untuk menutup wilayah sejak Maret 2020 lalu. 

Selain melakukan penutupan akses manusia, Pemerintah Papua juga melakukan pembenahan di sektor kesehatan.

Seperti mengirim peralatan penunjang pemeriksaan dan perawatan kelima wilayah adat yang tersebar di Papua. 

Hal ini dilakukan agar setiap Kabupaten bisa melakukan akses layanan kesehatan pada era yang paling dekat tanpa harus ke ibukota provinsi.

Langkah ini memang dinilai tepat sasaran, karena sampai sekarang ada 15 kabupaten di Papua yang sama sekali tidak memiliki kasus virus Corona. 

Mayoritas kabupaten yang yang mengalami nol kasus Corona berada di wilayah pegunungan. Untuk akses masuk ke wilayah tersebut juga dijaga agar bisa mencegah penyebaran virus. 

Sementara untuk menjamin ketersediaan pangan, selain dilakukan distribusi barang, masyarakat juga didorong untuk melakukan penanaman tanaman pangan. 

“Kita sekarang aktif untuk membuka lahan-lahan, menanam tanaman pangan lokal, ubi-ubian, termasuk juga jenis-jenis yang lain, sagu dan sebagainya. memanfaatkan pangan lokal yang ada dengan harapan bahwa kita akan bisa mengatasi kelangkaan pangan,” tambahnya. 

Di sisi lain Provinsi Papua Barat juga mengalami hal serupa yaitu minim fasilitas kesehatan. Ada pula beban lain terkait kebijakan pembelajaran secara daring.

Menurut Wakil Gubernur Papua Barat Muhammad Lakotani, pembelajaran daring tidak memungkinkan untuk diterapkan merata di wilayahnya. 

Dan jika kebijakan tersebut dipaksakan maka partisipasi siswa yang mengikuti proses pendidikan akan terus menurun. 

Untuk itu Pemprov Papua Barat, melakukan inisiatif dengan menerapkan sistem shift di sekolah. 

Sebagian siswa masuk pagi dan sebagian  lainnya masuk siang. Papua Barat juga memutuskan untuk memberikan insentif bagi guru dan menambah jumlah tenaga pengajar.