Moneyfazz
oil-rig
Home » Berita Utama » Minyak: Trump Tekan Arab, Masyarakat Tekan Pertamina

Minyak: Trump Tekan Arab, Masyarakat Tekan Pertamina

Pengaruh harga minyak menyebabkan Amerika harus masuk ke jurang penurunan kurs Dolar di hadapan mata uang negara lain. Pasalnya tangki penyimpanan milik Amerika Serikat untuk perdagangan bulan Juni sudah hampir penuh. Hal ini menyebabkan sentimen pasar komoditas untuk minyak mentah khawatir melihat kondisi minyak yang semakin menurun.

Hal ini tercatat pada harga minyak mentah brent dan WTI yang sempat mengalami minus pada penjualan Kuartal I tahun 2020. Sampai hari ini harga minyak dunia masih fluktuatif walaupun sedikit ada penguatan semenjak obat corona disinyalir ketemu.

Sentimen pasar global terkait harga minyak mempengaruhi kepercayaan pada presiden Donald Trump yang sampai hari ini masih perang dingin dengan Presiden China Xi Jinping.

Fluktuasi harga minyak mentah sampai akhir April sedikit mengalami kenaikan setelah rapat hari pertama OPEC+. Kenaikan ini dipicu oleh hasil rapat yang memutuskan negara-negara penghasil minyak untuk mengurangi produksi.

Andil Presiden Amerika adalah tekanannya pada Arab Saudi agar Arab mau mengurangi pasokan minyak Arab ke Amerika.

Melihat ke belakang pasokan minyak berlebih dari Arab ke Amerika ini merupakan buntut dari sentimen Trump terhadap Rusia. Namun kini seperti bumerang, harga minyak malah menurun dan kini harus menekan kawan main. Sampai Trump memberikan ancaman kepada Arab Saudi Apabila produksi minyak tidak dikurangi.

Penurunan harga minyak ini juga menyisakan kisah pilu kepada negara tetangga. Pasalnya akibat penurunan harga minyak ini mengakibatkan sang raja, Ok Lim mengalami kebangkrutan parah hingga harus berurusan dengan bank.

Di Indonesia sendiri penurunan harga minyak dunia sempat menjadi polemik. Pasalnya beberapa pihak beranggapan bahwa ketika harga minyak dunia turun seharusnya harga BBM juga mengalami penurunan. Namun kenyataannya sampai hari ini Pertamina belum menurunkan harga BBM.

Hal tersebut membuat beberapa pihak sanksi kepada Pertamina dan beranggapan bahwa Pertamina sengaja mengambil keuntungan.

Namun pihak Pertamina menyangkal hal tersebut seperti dikutip pada video conference oleh Dirut Pertamina Nicke Widyawati Kamis lalu. Beliau mengatakan harga BBM sesuai Keputusan Menteri ESDM No. 62.K/12/MEM/2020, Harga BBM ditentukan berdasarkan perhitungan MOPS atau harga Mean Of Platts Singapore periode 1 bulan sebelumnya.

Sehingga sangat tidak berdasar bahwa Pertamina sengaja mengambil keuntungan dari penjualan Harga BBM disaat harga minyak dunia menurun.

Imbas penurunan harga minyak ini untuk Indonesia secara langsung tidak memiliki dampak yang signifikan. Pasalnya walau harga BBM masih tetap sama akibat keadaan corona ini konsumsi BBM di lapangan turun.

Namun Pertamina juga tidak serta merta mengambil untung dari krisis corona ini. Dibuktikan dengan adanya diskon-diskon khusus. Diskon ini ditawarkan kepada masyarakat yang masih produktif pada masa corona ini seperti, jasa transportasi, ojol, nelayan, dll.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com