Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Mudik Lokal Diperbolehkan Di Jabodetabek, Ini Aturannya

Masyarakat khususnya Jabodetabek diperbolehkan untuk mudik lokal antar wilayah saat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah. Hal ini disampaikan oleh Kabag OPS Korlantas Polri Kombes Benyamin pada wartawan (14/5/2020).

“(Mudik lokal di wilayah Jabodetabek) boleh, enggak ada masalah itu,” ungkapnya.

Yang dimaksud mudik lokal adalah silaturahmi antar rumah kerabat dekat atau keluarga yang kawasannya masih ada di Jabodetabek.

Meski saat ini kawasan Jabodetabek menerapkan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk pencegahan wabah virus corona, tetap diperbolehkan untuk melakukan mudik lokal dengan mengikuti protokol kesehatan yang ada.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo. menurutnya mudik lokal memang diperbolehkan selama masyarakat mengikuti aturan PSBB yang berlaku.

Adapun aturan yang harus ditaati saat melakukan mudik lokal, yaitu tetap mengenakan masker saat keluar rumah. Untuk pengendara motor diperbolehkan berboncengan dengan catatan alamat yang dimiliki sama dengan yang ada di kartu identitas.

“Mudik lokal boleh dengan protokol kesehatan yang ketat dan mematuhi aturan PSBB misalnya pakai masker, cuci tangan setelah berinteraksi,” kata Syafrin.

Sementara itu aturan untuk pengguna mobil yang dilakukan saat mudik lokal juga wajib di taati. Seperti pengaturan posisi tempat duduk di dalam kabin yang tetap harus menerapkan physical distancing.

Skema posisi berkendara yang diperbolehkan di Jakarta dibagi menjadi tiga jenis, mulai dari mobil dua baris, tiga baris, hingga empat baris.

Untuk mobil dua baris, maksimal jumlah penumpangnya ada tiga orang. Dengan posisi satu pengemudi dan dua penumpang berada di belakang.

Sementara untuk mobil tiga baris, maksimal penumpang yang diperbolehkan jumlahnya 4 orang. Satu pengemudi, dua penumpang dibaris kedua dan satu penumpang di baris ketiga.

Dan yang terakhir adalah mobil empat baris, maksimal penumpang yang diperbolehkan ada 6 orang. Posisi paling depan ada pengemudi, di baris kedua ada dua penumpang, satu orang dibaris ketiga, dan dua orang lagi ada di baris keempat.

Sampai saat ini Pemerintah memang hanya melarang pelaksanaan mudik ke luar wilayah Jabodetabek, terkait aturan yang dikeluarkan.

Sementara untuk sanksi akan diberlakukan untuk pemudik yang terbukti melanggar. Namun sanksi ini dikembalikan ke pemerintah daerah masing-masing.

Seperti misalnya, untuk daerha Depok, Bogor dan Bekasi, para pelanggar PSBB akan dikenakan sanksi denda sebanyak Rp 250 ribu bagi yang keluar rumah tanpa masker atau kerja sosial. Aturan ini telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Presiden Joko Widodo saat membuka rapat terbatas di Istana Merdeka pada 21 April 2020. Larangan mudik diberlakukan mulai tanggal 24 April 2020 lalu pada pukul 00.00 WIB.

Sanksi yang diterapkan berupa, putar balik kendaraan yang mengangkut penumpang untuk melaksanakan mudik.

Polisi juga telah mendirikan 18 pos pengamanan terpadu dan pos-pos checkpoint di jalur tikus dan perbatasan untuk menyekat kendaraan yang hendak ke luar wilayah Jabodetabek.