Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Naik Tipis, Rupiah Diproyeksikan Bakal Menguat Tapi Merayap

Rupiah pada perdagangan hari ini Rabu 17/06 naik tipis ke level Rp. 14.082 setelah pada penutupan hari sebelumnya berada pada level Rp. 14.090. Namun secara data mingguan rupiah masih nampak loyo berhadapan dengan dolar Amerika.

Secara indeks dolar pada hari ini berada pada level minus daripada level perdagangan hari kemarin. Tercatat pada jelang penutupan rupiah yaitu pukul 14.30 WIB indeks dolar turun ke level 96,82. Namun beberapa menit kemudian dolar Amerika rebound hingga masuk jam perdagangan New York.

Dolar memang nampak perkasa semenjak the Fed menahan suku bunga negeri Paman Sam sehingga stimulus kepercayaan pasar masih tercapai. Kemudian pasca dropnya dolar pada akhir Mei menjadi momentum dolar untuk nampak lebih seksi untuk dibeli.

Sedangkan rupiah malah terkena sentimen gelombang kedua corona berdasarkan pengamatan jumlah kasus terkonfirmasi.

Padahal meningkatnya kasus tersebut merupakan hasil peningkatan daripada upgrade tes menjadi PCR dan laboratorium mobile yang didistribusikan ke berbagai wilayah. Sehingga mempercepat munculnya hasil serta mempertinggi cakupan pengetesan yang sebelumnya hanya terbatas pada kluster tertentu.

Namun akibat kekhawatiran tersebut pasar keburu berbalik pasang badan dan menganggap rupiah terlalu berisiko. Sehingga para pelaku pasar spot memilih greenback untuk di jadikan mata uang safe haven.

Kemudian sentimen dari the Fed untuk membeli obligasi milik perusahaan di berbagai negara. Sebagai langkah penanganan masalah ekonomi akibat covid-19, ampuh membuat mata uang berisiko seperti rupiah kembali diminati.

Apalagi yield tahunan obligasi di Indonesia menurun menunjukkan peminatan yang cukup banyak sehingga mendorong rupiah untuk naik.

Dengan adanya surplus dari the Fed tersebut proyeksi penguatan rupiah sebenarnya sudah terlihat jelas. Hal ini dapat dilihat dari catatan perdagangan IHSG setelah muncul kabar tersebut yang semula memerah kini berbalik menghijau.

Namun karena kondisi masih berayun pada level psikologis nampaknya pasar masih bakal akan saling mempertahankan posisi jual atau beli untuk rupiah. Sehingga bakal panjang untuk naik turun pada level Rp. 14.000.

Proyeksi kedepan untuk rupiah sebenarnya bisa kembali menyentuh harga di bawah Rp. 14.000 kembali. 

Namun akibat sentimen dolar yang masih cukup kuat dan posisi rupiah yang hampir dari Maret lalu mencatatkan rekor terbaik penguatan terhadap dolar. Maka masuk ke zona tidak nyaman adalah konsekuensinya.

Sedangkan untuk perdagangan esok masih menunggu proyeksi atau tren dari asing bakal ada berita yang cukup kuat atau tidak untuk mendongkrak rupiah.

Dari dalam negeri sendiri perdagangan untuk besok bakalan dipengaruhi hasil RDG BI atau Rapat Dewan Gubernur yang rencananya bakal diselenggarakan besok. RDG BI esok direncanakan akan membahas terkait suku bunga acuan yang direncanakan akan memperkuat ekonomi pada kuartal III 2020.