Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Naik Turun di Bawah Level Keramat Rupiah Siap Lanjut Menguat

Sempat loyo pada penutupan perdagangan hari Kamis kemarin akibat terdepresiasi rebound dari dolar Amerika. Hari ini rupiah lanjutkan penguatan setelah dibuka pada posisi hijau pagi ini.

Sentimen yang mempengaruhi pergerakan rupiah di pasar spot berhadapan dengan dolar pada pekan ini lumayan menguntungkan rupiah. Sehingga rupiah mampu menembus angka keramat Rp. 14.000 per dolar Amerika. Namun sudah tentu keramatnya angka ini tidak bisa diremehkan.

Sebagai level psikologis para buyers yang antusias harus berlawanan dengan para pelaku pasar yang mendesak aksi taking profit (sellers). Aksi taking profit ini dapat dilihat pada histori perdagangan rupiah pada hari Kamis, 4 Juni kemarin.

Namun hal ini sudah diprediksi oleh manajer sekuritas dimana biasanya wajar apabila kurs mata uang sudah mencapai limit oversold pada selama beberapa hari akan terjadi koreksi. Walaupun tidak dalam koreksi yang terjadi namun ini menunjukkan eksistensi dari level keramat kurs rupiah terhadap dolar Amerika.

Sentimen penurunan dolar Amerika pada hari kemarin telah usai, tidak ada aksi protes lagi di Amerika dan Militer telah ditarik kembali ke pangkalan. Kondusifnya dolar Amerika ini memberikan sinyal baru pada perdagangan hari ini hingga selanjutnya.

Pasalnya manakala dolar terpuruk dan menunjukkan kondisi pemulihan kestabilan harga kurs dolar maka para investor maupun pelaku pasar spot akan berlomba memburu dolar. Belum lagi euforia bisnis terhadap pemberlakuan new normal yang bakal segera mendongkrak ekonomi negeri Paman Sam ini.

Data NDF rupiah terhadap dolar pada hari ini sebenarnya menunjukkan arah sentimen positif untuk rupiah. Kurs week-on-week 5 Juni NDF rupiah berada pada level 14.140 atau turun 1% bisa jadi sentimen psikologis yang positif untuk rupiah. Sedangkan kurs JISDOR juga turun 1% dari level 14.165 ke 14.100 pada hari ini.

Sedangkan sentimen dari pasar regional Asia Pasifik, rupiah masih terpantau menguat berhadapan dengan mata uang kurs negara di Asia Pasifik.

Dilansir data reuters pada jam makan siang 12.00 WIB. Rupiah Indonesia menguat terhadap, Yen Jepang, Won Korea, Baht Thailand, Dolar Taiwan, Peso Filipina, Ringgit Malaysia, Dolar Singapura dan Dolar Australia. Rupiah siang ini melibas mata uang di Asia Pasifik tersebut dengan penguatan rata-rata lebih dari 1%.

Sentimen penguatan rupiah di Asia Pasifik ini masih cukup bisa menyokong dari kekuatan dolar pada hari ini.

Selain sentimen trend ini tentu ada pelaku pasar yang memilih aman untuk tidak mengikuti sentimen yang tidak menimbulkan trend kuat. Aksi menunggu dan melihat ini tentu bisa menjadi pedang bermata dua untuk rupiah. 

Hal ini karena pair USDIDR bukan termasuk pair mata uang utama sehingga pergerakan pasar bergantung pada trend dan sentimen yang kuat.

Maka pada awal buka sampai siang ini grafik rupiah hanya pendek-pendek dan naik turun dibawah antara level 13.900 – 13.800.