Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Negara-Negara Mulai Sehat, Minyak Lanjutkan Penguatan

Setelah alami tren penurunan sejak Januari lalu, mulai pekan lalu hingga penutupan akhir pekan ini harga minyak mentah untuk pengiriman bulan Juli 2020 menguat.

Faktor utama kenaikan dan penurunan harga minyak merupakan akibat dari krisis ekonomi yang disebabkan oleh corona. Berhentinya beberapa sektor ekonomi yang memanfaatkan minyak untuk produksi atau bahan bakar membuat permintaan minyak alami penurunan.

Menurunnya permintaan sejak awal Januari namun produksi terus berlangsung yang membuat semakin penuhnya tangki penyimpanan. Membuat para investor harus lari meninggalkan minyak sebagai pilihan aset.

Tak hanya itu meningkatnya jumlah pasien corona yang sampai hari ini tembus 5,11 juta kasus positif, dengan 300 ribu lebih pasien meninggal. Membuat proyeksi penggunaan bahan bakar minyak sangat kecil.

Efek perang dagang yang mempengaruhi arus perdagangan dunia utamanya perdagangan Amerika maupun China menjadi faktor sentimen lain untuk minyak. Sentimen tersebut memberi pengaruh tensi hubungan antara Amerika dengan negara-negara lain termasuk pada negara yang tergabung OPEC.

Sebelumnya Amerika memberikan tekanan kepada negara-negara OPEC saat konferensi online. Hasilnya adalah beberapa negara setuju dan memberlakukan memangkas hasil produksi dan menahan ekspor minyak. Hal ini memicu penguatan pada awal Mei lalu.

Penguatan tersebut dilanjutkan oleh sentimen pasar komoditas terkait dengan kebijakan pelonggaran lockdown di beberapa negara termasuk Amerika. Pelonggaran lockdown ini ditujukan agar terjadi geliat ekonomi setelah lewat masa kritis corona.

Penurunan jumlah kasus di beberapa negara terus memicu kenaikan harga minyak untuk pengiriman bulan Juli. Terhitung pada hitungan week on week minyak WTI mengalami kenaikan sebanyak 11,63%. Atau dari harga 29,68 dolar Amerika per barel menjadi 33,07 dolar Amerika per barel.

Sedangkan untuk minyak Brent mengalami kenaikan sejumlah 6,52% untuk hitungan week on week. Atau naik dari harga 32,72 dolar Amerika per barel menjadi 34,99 dolar Amerika per barel.

Seiring menurunnya kasus dapat dipastikan minyak mentah akan terus menguat. Namun apabila kebijakan pelonggaran lockdown di beberapa negara alami kegagalan. Bisa saja minyak akan anjlok dan terjun bebas akibat sentimen pasar yang negatif.

Sedangkan penutupan harga minyak WTI maupun BRENT untuk hari jum’at ini sedang mengalami koreksi. Kemungkinan beberapa investor sedang melakukan aksi ambil untung pada hitungan sepekan.

Sedangkan untuk harga BBM Pertamina di Indonesia masih pada kondisi normal. Namun beberapa pihak memberikan sinyal agar Pertamina tidak ikut menaikkan harga BBM walaupun minyak dunia sekarang menguat.

Namun sebenarnya harga BBM Pertamina memang tidak ikut secara langsung harga minyak mentah tersebut. Namun mengikuti peraturan pemerintah yang dikeluarkan kementerian ESDM. Sehingga dimungkinkan Pertamina akan melakukan perubahan setelah beberapa minggu/bulan mendatang.