Moneyfazz
Home » Berita Utama » OVO & Dana Lakukan Merger Untuk Saingi Gopay

OVO & Dana Lakukan Merger Untuk Saingi Gopay

Dua perusahaan fintech RI yaitu OVO dan Dana dikabarkan tengah melakukan merger untuk menyaingi kompetitornya yaitu Gopay yang dimiliki Gojek.

OVO dan Dana memang sudah lama dilaporkan tengah melakukan negosiasi untuk merger sejak 2019. 

Adapun alasan kedua perusahaan fintech ini melakukan merger adalah demi mengurangi strategi bakar uang dalam menggaet pasar.

Namun, kesepakatan untuk melakukan merger ini terhambat oleh adanya pandemi virus Corona. 

Hingga saat ini OVO dan Dana sedang melakukan pembahasan rincian bisnis dalam kesepakatan merger. 

Ada kemungkinan syarat dan waktu bisa berubah, namun terkait hal tersebut kedua belah pihak belum memberikan komentar apapun. 

“Saya tidak bisa mengomentari rumor”, ungkap Juru Bicara Dana (14/6).

Hingga saat ini, persaingan e-wallet di Indonesia memang masih di dominasi oleh Gopay. Berdasarkan rilis data Bank Indonesia, total nilai transaksi menggunakan e-wallet di Indonesia terus mengalami pertumbuhan.

Di 2018 total transaksi hanya US$ 3,2 milyar. Lalu di tahun selanjutnya tumbuh menjadi US$ 10,45 miliar. 

Sementara di tahun lalu transaksi gross untuk Gopay diperkirakan mencapai US$ 6,3 miliar. Hal ini membuktikan bahwa pangsa pasar Gopay di Indonesia pada tahun 2019 sudah mencapai 61 persen.

Strategi Gopay untuk melakukan promosi yaitu dengan melibatkan  aksi ‘cash burning’ untuk menggerus pangsa pasar Gopay.

Di sisi lain, meski banyak pemain baru bermunculan seperti OVO dan Dana namun dominasi Gopay masih tetap terasa hingga 2020 ini. 

Berdasarkan survei oleh Ipsos terhadap 500 responden yang terdiri dari generasi milenial dan gen-Z awal tahun ini menunjukkan 54% dari responden masih memiliki minat menggunakan Gopay meski sudah tidak ada promo. 

Gopay juga menjadi e-wallet paling populer di dalam negeri. E-wallet ini menguasai pasar Indonesia hingga 60% dan menjadi yang paling sering digunakan oleh konsumen.

Sementara, berdasarkan survei yang dilakukan oleh perusahaan riset pemasaran yang ada di Singapura yaitu M2insights juga mengkonfirmasi dominasi Gopay di Indonesia.

Menurut riset tersebut Gopay jadi e-wallet yang banyak digunakan konsumen di tahun 2019. 

Hingga saat ini OVO menjadi pesaing kuat untuk Gopay,  bahkan OVO mengklaim dirinya menjadi e-wallet terbesar di Indonesia. 

Sementara untuk Dana, memang menawarkan value proposition sebagai dompet digital. Hanya saja masih mengalami kendala besar terkait nilai account balance penggunanya yang masih relatif rendah.

Apalagi belum lama ini, Gojek dikabarkan mendapatkan suntikan dana tambahan dari Facebook dan Paypal. Dan aliran dana ini katakan untuk memperlebar sayap bisnis keuangan Gojek melalui Gopay. 

Misi utama masuknya Facebook yang melibatkan WhatsApp sebagai investor tidak lain adalah untuk mendorong digitalisasi UMKM di Indonesia dan ikut berpartisipasi dalam mendongkrak ekonomi digital RI yang sedang tumbuh pesat. 

Gojek juga mengatakan kolaborasi dengan Paypal, akan menambah pengguna dompet digitalnya hingga bisa mengakses jaringan lebih dari 25 juta perusahaan AS di seluruh dunia. 

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com