Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Panduan: Biaya USG 4D Dan USG Biasa Saat Kontrol Kehamilan

Biaya USG 4D dan USG biasa untuk kehamilan tentu berbeda-beda karena hasil USG-nya juga berbeda. USG cukup penting saat masa kehamilan karena sang ibu dan suami bisa tahu bagaimana perkembangan janin. Jika dulu hanya ada USG biasa kini telah hadir USG 4D dengan alat yang lebih canggih. 

Semua orang kini sadar akan pentingnya USG terutama pada calon bayi. Banyak yang beranggapan bahwa USG 4D lebih mahal dari USG biasa, benarkah? Namun sebelum itu, pahami dahulu seluk-beluk USG yang harus dipahami.

Pengertian USG Kehamilan Secara Singkat

Secara umum USG adalah sebuah cara mengecek janin dalam kandungan dengan menggunakan alat. Namun dalam ilmu kedokteran sendiri, USG atau Ultrasonografi merupakan teknik diagnosis dan pencitraan terhadap bagian dalam tubuh. Pencitraan ini dilakukan dengan pemanfaatan gelombang suara yang dinamakan ultrasound. 

Pemeriksa USG biasanya disebut sonographer. Pemeriksaan dengan ultrasound ini menggunakan frekuensi lebih dari 20,000 Hz dan aman dilakukan. USG Kehamilan juga tidak menimbulkan efek samping berbahaya. 

Manfaat USG Kehamilan

USG kehamilan tentu memiliki sangat banyak manfaat. Berikut akan dijelaskan.

1. Melihat Perkembangan Janin

Melakukan USG pada ibu hamil memiliki manfaat utama untuk melihat perkembangan kondisi janin yang ada di rahim. Saat melakukan USG, kamu bisa secara langsung melihat apa yang terjadi dalam kandungan pada saat itu juga. Hasilnya juga bisa langsung didapatkan pada hari yang sama. 

2. Mengetahui Usia Kehamilan

Kamu yang susah melakukan penghitungan pada kehamilan bisa menggunakan USG untuk mencari tahu. Usia kehamilan akan dihitung dengan menggunakan ukuran tubuh fetus. Ini tentu membuat tanggal perkiraan untuk bersalin jadi semakin mudah. 

3. Identifikasi Keguguran

USG yang dilakukan pada kandungan mampu mengidentifikasi dengan baik bila ada ancaman keguguran. Dengan USG bisa langsung memeriksa jika terjadi pendarahan agar langsung dilakukan langkah selanjutnya. Selain keguguran, USG mampu mendeteksi jika ada masalah pada plasenta. 

4. Mengenali Kehamilan Ganda

Dengan deteksi dini menggunakan USG maka calon ibu bisa lebih cepat mengetahui ada berapa fetus dalam rahim. Jika ada 2 berarti kamu sedang hamil kembar. Tentu ini menjadi kabar baik bagi kehamilan kamu.

5. Mengukur Cairan Ketuban

Alat USG mampu memeriksa berapa banyak kandungan air ketuban pada kandungan. Volume cairan ketuban bisa dideteksi dengan alat ini, apakah air ketuban berlebihan atau justru sangat sedikit. 

6. Kelainan Pada Janin

Untuk mengetahui apakah ada kelainan pada janin biasanya dapat diketahui dengan USG. Misalnya saja kelainan letak janin dan beberapa kelainan bawaan lahir. Seperti Hidrosefalus, sumbing, kelainan jantung, anensefali, kelainan kromosom, dan masih banyak lagi. 

Jenis-Jenis USG

Di zaman yang semakin canggih, perkembangan alat USG juga ikut mengalami perubahan. Setidaknya kini ada tiga jenis USG yang bisa kamu pilih. Dari 3 jenis USG ini  tentu ada kelebihan dan kekurangannya.

1. USG 2 Dimensi

 

USG 2 dimensi atau biasa merupakan jenis USG yang umum digunakan oleh banyak orang di Indonesia. Gambar yang dihasilkan dengan teknologi satu ini masih cukup minim yaitu gambar datar dengan warna hitam putih. Namun gambar 2 dimensi sudah mampu memberikan informasi tentang ukuran bayi, jumlah air ketuban, hingga jika terjadi kelainan fisik. 

 Biasanya alat USG 2D dengan resolusi yang bagus mampu mendeteksi kelainan fisik pada janin akurat hingga 80%. Meski secara gambar masih minim, namun kelebihan USG 2 dimensi ini adalah lebih murah dan cepat saat penggunaannya.

2 . USG 3 Dimensi

 

Hasil USG 2D dan 3D tentu sudah cukup berbeda. Saat penggunaan USG 3D gambaran kondisi janin bisa dilihat dengan lebih jelas lagi. Teknologi USG 3D mampu melihat perkembangan pada janin hingga bagian organ dalam. 

Bila terjadi kelainan seperti tumor, tulang belakang bengkok, atau masalah lainnya bisa terdeteksi dengan alat ini. Tindakan Hidrotubasi pada calon bayi dan ibu juga kerap menggunakan alat USG 3D ini. Kelebihan ini tentu membuat USG 3D penting jika terjadi kelainan pada bayi yang langsung bisa dideteksi sejak dini.

3. USG 4D

 

USG jenis ini kini cukup populer karena hasil gambar lebih canggih lagi. USG jenis ini mampu mengamati pergerakan janin secara real time lebih jauh. USG 4D bahkan dianggap sebagai pendeteksi yang paling akurat saat ini. 

Tak hanya hasil gambar lebih nyata, namun jika terjadi kelainan fisik langsung bisa terdeteksi dengan USG 4D. Banyak hal mengapa ibu hamil sangat disarankan menggunakan metode 4D ini. Seperti ibu hamil dengan umur di atas 35 tahun, di keluarga ada riwayat cacat bawaan, ibu dengan riwayat diabetes, dan masih banyak lagi.

Biaya USG 4D Dan USG Biasa

USG 4D terbilang masih sangat baru dan cukup populer dengan kualitas gambar lebih akurat. Namun USG jenis ini membutuhkan biaya yang tidak terlalu mahal dibanding USG biasa. Dalam hal ini USG biasa adalah USG 2D, lalu berapa biaya USG 4D dan USG biasa?

Banyak orang terlalu takut untuk menggunakan USG 4D karena dirasa mahal. Namun faktanya, biaya USG berdasarkan pada banyak hal. Misalnya saja rumah sakit di kota atau di desa tentu mematok harga yang bisa berbeda. 

Belum lagi alat USG dan fasilitas pendukung untuk kenyamanan para pasien yang disediakan pihak rumah sakit maupun klinik. Seperti di Jakarta, beberapa rumah sakit, bidan maupun klinik ada yang mematok harga mulai Rp100 ribuan untuk sekali melakukan USG 4D. 

Tentu harga ini akan berbeda jika kamu melakukan USG di beda kota misal di Medan, Batam, Depok atau kota lainnya. Ada yang mematok harga mulai Rp80 ribu hingga Rp800 ribu. Ini juga terjadi pada biaya USG biasa. 

Biaya USG biasa atau  USG 2D sering dianggap relatif murah. Namun kenyataannya, hal ini balik lagi kepada rumah sakit dimana kamu akan melakukan USG , alat, dan juga fasilitasnya.

Waktu Yang Tepat Untuk Melakukan USG

Waktu untuk melakukan USG tentu tidak sembarangan. Setidaknya kamu bisa melakukan USG sebanyak 3 kali sepanjang masa kehamilan. 

Jika ingin melihat jenis kelamin pada bayi saja, kamu  bisa melakukan USG di awal yaitu saat kandungan usia 2 minggu. Namun ada kondisi dimana calon ibu mengalami obesitas sehingga deteksi kelamin jadi sulit dilakukan. Ada waktu paling baik  untuk melakukan pemeriksaan USG kehamilan.

USG kehamilan paling baik dilakukan pada minggu ke 23-25. Pada masa-masa ini, wajah sudah mulai bisa didefinisikan dan perkembangan janin sudah semakin bisa terlihat. Dengan bantuan alat USG, dokter sudah bisa menerawang bagian-bagian tubuh pada janin. 

Untuk USG selanjutnya dilakukan pada minggu ke 27-32. Di masa ini kamu akan lebih disarankan untuk melakukan USG 3D. Bentuk wajah juga mulai terlihat jelas dan bentuk bayi mulai terlihat semakin besar. Namun ruang gerak masih cukup terbatas pada tahap ini. 

USG ketiga ini dilakukan pada saat usia kandungan 33-36 minggu. Saat ini kamu sudah bisa melakukan potret wajah bayi jika letak bayi pada posisi yang tepat. Tapi ada kondisi dimana kamu tidak bisa melihat keseluruhan wajah jika kepadatan rahim meningkat.

Prosedur Singkat Saat Melakukan USG

Saat melakukan tes USG kehamilan tentu dokter akan melakukan beberapa prosedur singkat. Awalnya alat tes yang dinamakan transducer ditempel pada kulit. Lalu alat ini akan mengeluarkan gelombang suara berfrekuensi tinggi. 

Pasien disuruh untuk berbaring lalu oleh sang ahli gel khusus dioleskan pada perut agar tidak terjadi gesekan kulit dan transduser. Fungsi lain transducer adalah untuk pengirim gelombang suara ke tubuh. Kemudian alat ini akan digerakkan pada bagian tubuh yang diperiksa. 

Gerakan ini akan mengeluarkan gelombang suara yang dikirim lalu memantul kembali dan menghasilkan gambar dengan baik. Suara gema yang dihasilkan oleh gelombang suara adalah  gambar yang berupa ukuran, bentuk, dan konsistensi dari organ dalam tubuh. Prosedur ini menghabiskan waktu hingga 45 menit. 

Tipe-Tipe Tes USG Selain Untuk Kehamilan

Ada beberapa kondisi dimana alat deteksi USG tidak hanya untuk melihat perkembangan janin. Alat USG pada beberapa kondisi tertentu digunakan untuk deteksi terhadap beberapa penyakit. Simak berikut ini.

1. Deteksi Empedu

Empedu memiliki fungsi sebagai pencerna lemak. Ada kalanya empedu tidak menjalankan fungsinya dengan baik sehingga cairan empedu ini menumpuk. Cairan empedu menumpuk akan menimbulkan penyakit baru seperti batu empedu. 

Nah deteksi dini menggunakan alat USG untuk melihat seberapa banyak tumpukan cairan empedu pada kantung empedu. 

2. Deteksi Sistem Dalam Jantung Dan Pembuluh Darah

Deteksi pada sistem ini menggunakan alat yang dinamakan doppler. Doppler digunakan untuk mengukur aliran darah ke jantung dan pembuluh darah besar. Dengan alat ini kamu bisa mengetahui fungsi jantung sedang dalam keadaan baik atau tidak.

3. Deteksi Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Pembengkakan ini sering terjadi pada anak kecil disebabkan sistem imunnya yang masih berkembang. Kelenjar getah bening disebabkan oleh infeksi virus dalam tubuh. Dengan deteksi menggunakan USG kamu akan mengetahui langsung terjadi pembengkakan atau tidak. 

4. Deteksi Sistem Perkemihan

Jika ada masalah kesehatan pada kandung kemih maka bisa dideteksi dengan alat USG. Termasuk juga bila terjadi tumor ginjal, penebalan dinding saluran kemih, hingga torsio testis.

5. Deteksi Usus

Pemeriksaan menggunakan USG biasanya dilakukan untuk mendeteksi terjadinya usus buntu. Usus buntu adalah kondisi dimana terjadi radang pada usus dikarenakan adanya penyumbatan. Jika tidak dilakukan deteksi sejak awal, penyakit usus buntu cukup berbahaya bagi tubuh kamu. 

Kesimpulan

Kamu harus bijak dalam memilih pemeriksaan dengan USG baik jenis yang biasa hingga USG 4D. Untuk memilih USG seharusnya melihat dari beberapa faktor yaitu keuangan, alat  USG yang digunakan, dan juga fasilitas yang diberikan. Penting untuk mempertimbangkan ketiga hal ini agar nantinya anda tidak kecewa terhadap hasil USG.

Biaya USG 4D dan USG biasa tentu berbeda-beda di setiap daerah dan rumah sakit atau klinik. Sebaiknya kamu cermat melakukan perbandingan harga  antara rumah sakit dan lainnya. Jangan lupa bagikan artikel ini ke sosial media agar lebih bermanfaat untuk banyak orang.