Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Panen Raya Jadi Surplus Ketahanan Pangan Saat Corona

Panen-Padi

Dilansir dari kanal Youtube Sekretariat Presiden beberapa hari yang lalu, Bapak Jokowi menyoroti beberapa hal yang terjadi di Indonesia selain kasus corona. Salah satunya adalah defisit bahan pokok seperti beras.

Hal ini tentu menjadi kabar yang tidak baik utamanya bagi masyarakat di Indonesia yang pada hari ini sangat bergantung pada bahan pokok seperti beras. Belum ditambah lagi kebutuhan beras untuk kebutuhan industri.

Terhitung ada 7 provinsi yang mengalami defisit stok beras, dan beberapa daerah lainnya mengalami defisit bahan pokok jenis lain.

Untuk mengatasi hal ini beberapa pihak saling bahu-membahu meningkatkan stok bahan pokok tersebut. Sehingga tidak timbul masalah baru selama krisis corona di dalam negeri ini masih berlangsung.

Ada PT Pelni yang sampai hari ini terus memaksimalkan kinerja kapal tol laut sebagai transportasi distribusi bahan pokok. Proyeksi PT Pelni, mulai awal terjadi corona hingga akhir tahun jumlah muatan yang dapat diangkut sejumlah 3.859 TEUs.

Dari 7 wilayah provinsi yang mengalami kelangkaan bahan pokok tersebut sebenarnya dapat diatasi oleh panen raya yang akan segera dimulai. 

Seperti yang dikatakan oleh Ujang Paman Ismail, pengamat pertanian Universitas Islam Riau. Panen raya di provinsi lain selain 7 provinsi yang mengalami defisit dapat menutupi kekurangan tersebut.

Namun ada kekhawatiran panen bisa lebih lambat proses akibat kebijakan lockdown yang masih sangat ketat di beberapa wilayah Indonesia. Sehingga kinerja para pemanen bisa terganggu. Belum kendala pada transportasi darat yang saat ini sangat dibatasi.

Namun angin segar muncul di Sumatera Utara yang oleh Kementan beberapa komoditasnya di ekspor keluar negeri. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan pasokan sembako di Indonesia dapat ditambal oleh pasokan dari provinsi lain seperti Sumut.

Namun aksi tambal menambal defisit pasokan bahan pokok ini membutuhkan kiprah pemerintah daerah dengan membuat laporan tepat kepada pusat. Ini ditujukan agar pusat utamanya kementan dapat memetakan daerah yang benar-benar sedang defisit bahan pokok.

Solusi lain ditawarkan oleh Anggota DPR RI Hugua yang berasal dari Sulawesi Utara agar dari permasalahan ini masyarakat tumbuh kesadaran. Yang mana akibat defisit bahan pokok saat krisis (seperti corona) harus mulai melirik bahan pangan non-beras.

Hugua berpendapat bahwa 2020 karena lambatnya penanganan corona dan berbagai kebijakan yang mengharuskan masyarakat berkegiatan di rumah. Maka bisa menimbulkan permasalahan defisit bahan pokok yang lebih parah lagi akibat tingginya permintaan.

Panen Raya tahun ini diprediksi oleh Kementan dapat membantu defisit bahan pokok dan juga untuk cadangan beberapa waktu mendatang. Dengan catatan kebijakan lockdown atau PSBB tidak mempengaruhi kegiatan tersebut. Sehingga panen raya tahun ini benar maksimal hasil yang diperoleh.