Moneyfazz
Home » Berita Utama » Pasar Takut Corona Memburuk, Rupiah Jadi Terlemah di Asia

Pasar Takut Corona Memburuk, Rupiah Jadi Terlemah di Asia

Kondisi pandemi corona di Tanah Air seperti masih akan terus berlanjut. Pasalnya melihat grafik kasus corona khusus Indonesia, peningkatan terus saja terjadi. Ini sudah menjadi sinyal darurat bagi pelaku pasar yang tidak ingin mengambil resiko besar.

Tercatat sampai hari ini capaian kasus corona di Tanah Air mencapai lebih dari 14.000 kasus terkonfirmasi. Dan angka tersebut masih akan terus bertambah mengingat prediksi oleh beberapa ahli statistika yang mengatakan puncak dari corona ini masih pada bulan Juli mendatang.

Beberapa daerah di Indonesia kini mulai menerapkan PSBB yang resikonya memperlambat laju perekonomian.

Keadaan perekonomian negara-negara terdampak corona juga mengalami krisis yang sama. Belum lagi bagi negara di Asia yang kini dihantui oleh parahnya efek perang dagang antara Amerika dengan China. Yang mau tidak mau harus memilih berlabuh mengikuti mana dari kedua negara adidaya tersebut.

Kondisi tersebut membuat nilai tukar rupiah mengalami perlambatan potensi naiknya nilai tukar terhadap dolar.

Pada penutupan hari kemarin rupiah bisa dikatakan aman berada pada angka Rp. 14.870/Dolar Amerika. Sedang hari ini rupiah dilanda was-was akibat pergerakan pasar yang menunjukkan arah kembali ke angka Rp. 15.000/Dolar Amerika.

Angka Rp. 15.000/Dolar Amerika tersebut sebenarnya adalah titik teraman rupiah hingga akhir tahun 2020 nanti. Seperti prediksi gubernur BI beberapa waktu yang lalu mengatakan bahwa rupiah akan menguat ke Angka Rp. 15 ribu di akhir tahun.

Namun berdasarkan data ekonomi serta kode waspada yang diberikan oleh Menkeu Sri Mulyani kemarin bisa saja pasar tidak akan mengambil resiko. Dan hal tersebut tentu akan membuat rupiah akan kembali masuk zona merah kembali seperti bulan Maret yang lalu.

Pelemahan nilai tukar mata uang terhadap dolar pada hari ini sebenarnya juga dialami oleh negara-negara Asia lainnya. Namun yang paling parah adalah rupiah yang mengalami penurunan sampai 0,38% terhitung dari penutupan hari kemarin.

Potensi pelemahan rupiah hari ini bisa mencapai angka Rp. 15.100/Dolar Amerika. Dan apabila ada harapan penguatan tentunya merupakan kabar ekonomi dalam negeri yang sangat besar dan hal tersebut belum dimungkinkan.

Kemungkinan lanjutan bisa dilihat dari data ekonomi yang akan segera dirilis seperti data ekspor impor, neraca perdagangan, dll.

Apabila sentimen negatif pasar terkait kasus corona di Indonesia tidak bisa diredam maka bisa saja rupiah kembali anjlok antara Rp. 15.000 hingga Rp. 15.500 per Dolar Amerika. Mengingat puncak prediksi corona akibat lebaran di pekan terakhir Mei sudah di depan mata. 

Tinggal pemerintah dan masyarakat mau bersikap lebih mengenai kasus ini, sehingga kasus corona di Tanah Air lekas teratasi.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com