Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Pasar Tunggu Data PDB, Rupiah Hari Ini Dibuka di Zona Hijau

person using smartphone and MacBook Pro

Setelah tumbang pada hari kemarin di pasar spot dan menurun sebanyak kurang lebih 1,5%, pagi hari ini rupiah sedikit mengalami penguatan. Sentimen pasar global terhadap rupiah nampak masih berlawanan.

Selain efek global pasca Trump memberikan pernyataan akan melakukan tindakan terhadap Beijing. Efek dalam negeri terkait dengan persepsi pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi Tanah Air yang sedang melemah berbuntut menurunnya sentimen positif pada rupiah.

Secara psikologi setelah mengalami penguatan berturut sebanyak empat pekan, pelaku pasar biasanya mengambil langkah untuk mengambil keuntungan. Bisa dikatakan tindakan yang wajar dan manusiawi. Namun apabila dilihat dari kaca mata awam nampak seperti rupiah kehilangan kepercayaan pasar.

Rilis data inflasi oleh BPS pada hari kemarin memicu sedikit tanda tanya. Pasalnya inflasi untuk bulan april di berbagai daerah menurun dari bulan yang sama tahun sebelumnya. Ini memicu anggapan bahwa masyarakat benar melemah daya belinya.

Pelaku pasar wajar mengambil langkah untuk melakukan aksi jual rupiah yang mana dianggap langkah teraman apabila terjadi hal semacam ini. Dan aksi jual atau taking profit pada hari kemarin cukup membuat rupiah Indonesia menjadi yang paling lemah di Asia.

Beberapa stimulus dari BI yang dilakukan pada bulan April lalu terkait stimulus ekonomi bersamaan dengan kementerian terkait akan terlihat pada pekan ini hasilnya. Pasalnya rupiah benar-benar dihadapkan dinding kokoh milik dolar Amerika. Imbas dari stimulus itu memiliki harapan krisis ekonomi di Indonesia sedikit mereda dan membawa angin segar untuk Indonesia.

Pagi ini rupiah sedikit bernafas lega terhadap tekanan dolar Amerika. Naik 12,5 poin ke Rp. 15.087/Dolar Amerika membuat rupiah berada pada posisi yang aman setelah ditutup merah pada perdagangan hari kemarin.

Pengaruh sentimen pasar terhadap rilis data PDB hari ini membuat pelaku pasar sedikit mereda untuk melakukan aksi jual keuntungan selanjutnya.

Data PDB ini terkait dengan seberapa pendapatan negara dari nilai harga produk atau jasa. Pengaruh corona memiliki pengaruh kuat terhadap pelaku bisnis di Indonesia. Maka apabila saat corona ini nilai PDB yang akan dirilis tinggi maka indikator untuk kurs rupiah juga semakin bagus.

Aksi wait and see oleh pelaku pasar diiring penguatan rupiah. Pasalnya beberapa pekan sebelumnya pemerintah sudah memberikan stimulus bagi pelaku usaha kecil hingga besar. Kabar stimulus ini juga memberikan sentimen yang baik terhadap rupiah pekan sebelumnya.

Namun dilihat dari dampak corona yang tidak bisa ditangani oleh pelaku usaha seperti menurunnya pendapat sedikit memunculkan kekhawatiran. Maka untuk nilai pastinya dari penurunan ekonomi di Indonesia pelaku pasar menunggu data PDB yang masih akan dirilis. Setelah itu dapat dilihat sentimen pasar kurs rupiah akan menuju kemana.