Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

PDB Kuartal I 2020 Lemah, Ekonomi Indonesia Butuh Suntikan

money-drop

Data PDB kuartal I Tahun 2020 sudah resmi diterbitkan oleh BPS. Data PDB tersebut oleh pelaku pasar global bisa menjadi acuan bagaimana kondisi perekonomian Indonesia.

Data PDB oleh BPS diperoleh berdasarkan olah data statistik dari data konsumsi rumah tangga dijumlah dengan investasi dan dana keluar oleh pemerintah. Serta dijumlahkan dengan selisih antara data ekspor dengan impor.

Disaat pandemi corona mulai menyerang masuk Indonesia pada awal 2020. Pilihan saving money menjadi pilihan satu-satunya masyarakat. Data ini diperkuat dengan inflasi per bulan April lalu yang hanya pada angka 0,08%. Nilai tersebut sangat rendah mengingat pada awal Ramadhan (akhir April) biasanya membuat nilai inflasi meninggi akibat banyaknya permintaan.

Efek domino corona pada sektor ekonomi benar-benar memberikan dampak yang sangat luar biasa untuk Indonesia. Nilai PDB tersebut juga melemah akibat macetnya ekspor impor akibat kebijakan lockdown oleh negara tujuan ekspor dan negara asal impor.

Sokongan nilai PDB kuartal I untuk tahun 2020 ini masih ditopang oleh nilai investasi yang lumayan serta pengeluaran pemerintah dari dana APBN. Investasi di Indonesia terhitung masih cukup lancar, dapat dilihat dari grafik IHSG selama bulan april yang masih cukup baik. Ditambah penguatan rupiah selama akhir Maret hingga April menjadi pemicu yang bagus.

PDB kuartal I tahun 2020 menunjukkan angka pertumbuhan yang hanya sebanyak 2,97%. Berdasarkan penjelasan Kepala BPS Suhariyanto, covid-19 memberikan efek kontraksi cukup dalam pada perekonomian ini penyebab terbesar kenapa PDB kuartal I rendah. Perlambatan pada sektor ekonomi benar-benar melambat tambah beliau.

Efek berkelanjutan dari data PDB ini akan terasa pada sentimen investor Indonesia asing maupun domestik. Apabila perekonomian suatu negara melambat maka sangat beresiko untuk invest di negara tersebut.

Dukungan yang dapat dilakukan pemerintah adalah terus melakukan suntikan dari pendanaan beberapa sektor non krusial ke sektor krusial (ekonomi dan kesehatan). Pengalihan dana ini bisa sangat membantu dan ini sudah dilakukan beberapa pekan lalu dan prosesnya masih terus berlangsung.

Suntikan dana ke masyarakat langsung saat ini masih terhalang oleh data masyarakat yang bisa menerima bantuan langsung tunai khusus covid-19. Sehingga suntikan dari pemerintah nampak lambat.

Namun ini merupakan satu-satunya cara agar masyarakat tetap mampu memiliki daya beli yang cukup tinggi. Seperti yang diujarkan oleh Kepala Ekonom BCA, David Samual kepada CNBC indikasi terbesar daya beli turun adalah akibat dari melemahnya perekonomian masyarakat kecil menengah. Mereka yang paling terdampak akibat covid-19 ini imbuhnya.

BLT ini bisa menyuntik dan memberikan efek secara langsung karena dalam bentuk cash transfer yang bisa dipergunakan secara langsung oleh masyarakat. Apabila masyarakat dapat mempergunakan langsung, roda ekonomi bisa tergenjot dan perekonomian sektor lain bisa ikut bergerak dan tumbuh.