Moneyfazz
Home » Berita Utama » Pekan Ke-4 Juni, Rupiah Kembali Melemah Di Hari Pertama

Pekan Ke-4 Juni, Rupiah Kembali Melemah Di Hari Pertama

Rupiah pada awal buka pasar kali ini harus diuji terhadap gempuran dolar Amerika Serikat. Pasalnya greenback benar-benar perkasa selama buka perdagangan jam Asia pada awal pekan ke-4 Juni ini.

Dolar Amerika terhitung sampai jam makan siang ini terus menguat dan melibas hampir keseluruhan mata uang major di Asia termasuk rupiah.

Selama hampir dua pekan sebelumnya pasar spot dipenuhi oleh sentimen gelombang kedua covid-19. Hal ini menunjukkan betapa rentannya psikologis pasar dalam menghadapi resiko yang ditimbulkan oleh covid-19.

Statistik kasus terkonfirmasi di Amerika Serikat sendiri pernah menurun pada pekan pertengahan Juni kemarin. Namun kembali menanjak menuju akhir bulan Juni ini. Hal ini juga terjadi di dalam negeri, kasus terkonfirmasi malah kian meningkat yang menimbulkan kekhawatiran pada pelaku pasar spot.

Dengan kondisi sentimen yang seperti ini menjadikan pair mata uang bukan major menjadi berisiko tinggi.

Secara data rupiah dikhawatirkan masuk kondisi pada level harga pada bulan Maret yang lalu. Sehingga pasar sering menganggap terlalu berisiko untuk berlama-lama hold rupiah. Sehingga rawan terkena sentimen koreksi yang dalam seperti apa yang terjadi pada maret lalu.

Secara tren pergerakan rupiah pada hari ini mayoritas lemah terhadap hampir keseluruhan mata uang Asia Pasifik. Terhadap yen Jepang rupiah merosot 0.41%, terhadap won Korea turun sebanyak 0.08%, kemudian hanya terhadap yuan China naik 0.14%.

Terhadap uang Asia Tenggara rupiah juga melemah selama perdagangan hari ini tercatat hingga jam siang ini.

Terhadap ringgit Malaysia turun 0.12%, dengan dolar Singapura juga turun sebanyak 0.45%, kemudian terhadap peso Filipina turun 0.34%. Bahkan terhadap baht Thailand rupiah harus anjlok sebanyak 0.45%.

Dengan data koreksi semacam itu serta belum ada sentimen pendorong dari dalam negeri maka wajar rupiah bakal diprediksi melemah pada perdagangan hari ini.

Selain itu Sri Mulyani juga menambahkan agar rupiah tidak terlalu menguat sementara waktu. Hal tersebut berdasarkan rupiah sudah memasuki oversold terhadap dolar sehingga rawan terkena sentimen rebound dolar Amerika secara teknikal.

Posisi oversold pada stochastic oscillator biasa dipakai untuk menentukan harga selanjutnya dari kurs mata uang. Seringnya apabila sudah masuk posisi tersebut bakal ada koreksi besar maupun kecil.

Posisi rupiah pada hari ini terhadap dolar turun sebanyak 0.35% dari pembukaan harga hari ini berdasarkan data reuters siang tadi.

Diperkirakan pelemahan rupiah bisa menyentuh antara level Rp. 14.150 hingga 14.300 per dolar Amerika. Namun apabila ada tren yang cukup kuat untuk menembus level Rp. 14.000 rupiah bisa saja menguat hingga menuju level Rp. 13.900 hingga level Rp. 13.565.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com