Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Peningkatan Kasus Corona Di Medan Mengkhawatirkan

Penambahan kasus Corona di Medan masih terus terjadi setiap harinya. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan, per Rabu (24/6) ada total 829 orang yang terkonfirmasi positif corona.

Dua hari sebelumnya terdapat penambahan hingga 66 orang pasien baru. Pada Selasa kemarin terdapat penambahan pasien sebanyak 27 orang.

Wali Kota  Medan, Akhyar Nasution mengungkapkan potensi penularan sangat menghawatirkan dan harus segera dihentikan. 

Menurut Akhyar, sejak Maret hingga Mei 2020 grafik peningkatan jumlah pasien positif Corona di Medan masih linier. Namun memasuki bulan Juni 2020, grafik tersebut peningkatannya sudah eksponensial.

Untuk wilayah yang terpapar virus Corona terbanyak ada di Kecamatan Medan Area dan Medan Amplas.

“Penularan sering terjadi melalui warga yang berstatus orang tanpa gejala. Mengkhawatirkan, banyak orang yang tidak memiliki gejala, tetapi ketika di tes swab dinyatakan positif. Bahkan ada yang menularkan ke sesama anggota keluarganya sendiri, ungkapnya (24/6).

Terkait pemutusan rantai penyebaran virus Corona, Pemkot Medan sudah menerbitkan Peraturan Wali Kota Nomor 11/2020 tentang Karantina Kesehatan Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Medan.

Hingga kini sudah disiapkan Peraturan Wali Kota mengenai pedoman adaptasi kebiasaan baru di kondisi pandemi Covid-19.

Pemkot Medan juga gencar melakukan screening lewat rapid test, hal ini untuk mendeteksi apakah warga reaktif mengarah pada Covid-19. 

“Kalau reaktif yang bersangkutan akan di tes swab, untuk memastikan apakah positif terinfeksi atau tidak. Namun Pemkot Medan masih membutuhkan bantuan dan dukungan semua pihak, termasuk perguruan tinggi,” tambahnya.

Akhyar juga mengungkapkan bahwa kondisi virus Corona yang terus meningkat ini membuat psikologis masyarakat terganggu, terutama yang positif terpapar Covid-19. 

Belum lagi perekonomian ikut terganggu sehingga daya beli masyarakat ikut melemah. Begitu pula di dunia usaha juga ikut terdampak. Banyak yang menghentikan usahanya karena jumlah pembeli menurun drastis seperti perhotelan dan restoran. 

Karena jika sejumlah usaha ini tetap buka maka tidak bisa menutupi operational cost yang sudah dikeluarkan.

Menurutnya lonjakan kasus ini akibat kultur masyarakat yang kurang peduli dan menganggap sepele Covid-19.

Wakil Rektor 2 Unika St Thomas Zakarias Situmorang memberikan usulan agar warga yang positif Corona, menjalani perawatan di Pulau Berhala agar bisa mencegah terjadinya penularan. 

Kemudian Zakarias  juga menyarankan untuk membuat web edukasi agar warga bisa memantau perkembangan keluarganya yang dirawat di Pulau Berhala tersebut. 

Sementara di bidang pendidikan, beliau juga mengusulkan guru agar mendatangi satu persatu murid di rumah dan memberikan pelajaran 2 sampai 3 jam perhari. 

Menurutnya hal ini lebih efektif daripada sistem daring. Sementara untuk tenaga guru bisa meminta kerjasama dengan perguruan tinggi, agar bisa menurunkan para mahasiswa untuk membantu mengajar.