Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Serupa Tetapi Tak Sama, Ini 7 Perbedaan CV dan PT

perbedaan cv dan pt

Apa perbedaan CV dan PT? Bagi yang ingin membangun usaha, pertanyaan tersebut pasti pernah terlintas di kepalamu. Kira-kira, apakah perbedaan keduannya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita simak penjelasan lengkap berikut ini.

Bentuk perusahaan atau badan usaha memang berbeda-beda. Dari sekian banyak bentuk perusahaan yang ada di Indonesia, dua bentuk usaha yang paling dikenal masyarakat adalah CV dan PT. Keduanya sekilas memang terlihat sama. Akan tetapi, ada perbedaan mencolok antara keduanya di dalam berbagai aspek.

Perbedaan CV dan PT Dilihat dari 7 Aspek Berbeda

Supaya kamu tidak penasaran lagi tentang perbedaan CV dan PT, kamu bisa mengenali perbedaannya melalui 7 aspek berikut. Informasi ini penting dipahami untuk kamu yang tertarik mendirikan badan usaha. Jangan sampai salah memilih jenis usaha yang ingin kamu jalankan, ya. Ini tujuh perbedaannya.

1. Dasar Hukum dan Bentuk Perusahaan

Perseroan Terbatas atau PT mempunyai dasar hukum yang berbeda dengan CV. PT adalah bentuk perusahaan yang memiliki badan hukum resmi. Proses pendiriannya tertulis dan dijelaskan secara lengkap dalam UU Nomor 40 Tahun 2007 yang membahas tentang Perseroan Terbatas. Jadi, jika kamu ingin mendirikan PT, semua prosesnya harus sesuai dengan ketentuan undang-undang.

Berbeda dengan PT, CV atau Perseroan Komanditer tidak termasuk jenis usaha berbadan hukum. CV tidak memiliki peraturan tertentu untuk proses pendiriannya. Secara umum, CV ini banyak dipilih bagi mereka yang memiliki usaha kecil hingga menengah atau UKM.

Sedang membangun UKM/UMKM? Mungkin info ini bermanfaat untuk Anda

Kredit Usaha Rakyat (KUR), Upaya Pemerintah Untuk Berdayakan UMKM

Nah, setelah mengetahui perbedaan dasar hukum CV dan PT, kamu bisa memilih mana yang paling sesuai dengan bisnismu. Jika ingin mendirikan usaha yang besar, tidak ada salahnya mulai mengurus proses pendirian PT. Akan tetapi, jika usahamu masih dalam tahap merintis, sebaiknya pilih CV yang proses pendiriannya lebih sederhana.

2. Syarat Pendirian CV dan PT

Persamaan PT dan CV bisa ditemukan salah satunya pada jumlah minimal orang yang mendirikannya. Baik PT dan CV bisa didirikan minimal dua orang. Baik PT maupun CV, dua orang pendiri tersebut wajib WNI atau warga negara Indonesia. Namun, khusus untuk PT, ada aturan tersendiri tentang penanaman modal asing. Jadi, warga negara asing juga boleh sebagai pendiri.

3. Penggunaan Nama Perusahaan

Sebagai badan usaha yang tidak berbadan hukum, tidak ada peraturan khusus yang mengatur tentang penggunaan nama CV. Itu artinya, misalkan ada nama CV yang sama, hal tersebut tidak begitu dipermasalahkan. Di berbagai daerah, nama CV bahkan ada yang sama.

Akan tetapi, hal tersebut sangat berbeda dengan PT. Sebagai lembaga berbadan hukum, ada ketentuan khusus perihal penggunaan nama PT. Peraturan tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 40, Tahun 2007, Pasal 16. Undang-undang tersebut berbunyi sebagai berikut.

  • Nama perseroan atau PT harus didahului dengan “Perseroan Terbatas” atau yang sering disingkat dengan PT. Contoh nama tersebut adalah PT ABCD.
  • Nama PT juga tak boleh mirip atau sama dengan nama PT lainnya yang sudah ada dan berdiri di wilayah Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26, Tahun 1998.

4. Ketentuan Modal Usaha

Ketika ingin mendirikan CV, tidak ada ketentuan khusus perihal modal usaha. Tidak ada aturan yang menyebutkan berapa besaran modal yang harus dimiliki seseorang untuk mendirikan CV. Karena tidak adanya modal dasar yang wajib, ada dasar-dasar tertentu yang wajib kamu pahami.

Pertama, dalam CV tidak ada yang namanya kepemilikan saham. Lalu, seperti yang sudah disebutkan di atas, tidak ada ketentuan modal awal perusahaan. Itu berarti masing-masing pendiri harus mencatat sendiri besaran modal pendiri CV.

Selanjutnya, terkait bukti penyetoran modal, persero aktif serta persero pasif bisa melakukan perjanjian khusus yang disepakati oleh kedua belah pihak. Kesepakatan tersebut juga bisa mengatur perihal pembagian keuntungan.

Di sisi lain, PT mempunyai aturan resmi terkait modal. Peraturan tersebut tercantum dalam Undang-Undang Nomor 40, Tahun 2007, yang mengatakan bahwa modal dasar PT memiliki beberapa ketentuan. Pertama, modal dasar paling rendah adalah Rp50 juta. Dari modal awal tersebut, minimal 35 persen atau sekitar Rp 12.500.000 harus ditempatkan dan disetor oleh para pendiri PT sebagai pemegang saham PT.

5. Maksud, Tujuan, dan Kegiatan Usaha

Dalam hal maksud, tujuan, dan kegiatan usaha, perbedaan CV dan PT juga sangat terlihat. Kegiatan usaha untuk CV terbatas hanya untuk bidang usaha tertentu saja, seperti perdagangan, perindustrian, pertanian, pembangunan sampai dengan Grade 4, perbengkelan, percetakan, dan jasa.

Sementara itu, PT dapat melakukan seluruh jenis kegiatan usaha sesuai dengan maksud dan tujuan pendiriannya. Secara umum, jenis usaha PT dibagi menjadi dua, yakni PT non fasilitas yang bidang usahanya meliputi perdagangan, perindustrian, pembangunan (kontraktor, pertambangan, pertanian, percetakan, pengangkutan darat, perbengkelan, serta jasa.

Ada juga PT usaha khusus yang kegiatan usahanya meliputi pers atau media, perfilman, forwarding, siaran radio swasta, pariwisata, perusahan bongkar-muat, ekspedisi muatan, pelayaran, dan lain sebagainya.

6. Kepengurusan Usaha

Selanjutnya, ada beberapa perbedaan CV dan PT dari segi kepengurusan. Dalam CV, dua orang yang bertindak sebagai pendiri akan bertindak sebagai Persero Aktif dan Persero Pasif. Pihak Persero aktif biasanya merupakan pelaksana CV. Sementara itu, Persero Pasif biasanya adalah pihak yang memberikan modal.

Sementara itu, CV juga didirikan oleh minimal dua orang. Pendiri tersebut akan menempati posisi sebagai Direksi dan juga Komisaris. Khusus untuk PT Terbuka, jabatan sebagai direksi wajib mempunyai minimal dua orang anggota. Lalu, jika direksi dan komisaris mempunyai lebih dari satu orang, maka salah satu orang bisa diangkat menjadi Direktur Utama atau Komisaris Utama.

Dalam kepengurusan PT, pemegang saham bisa juga menjadi pengurus PT, kecuali hal tersebut sudah diatur dalam peraturan khusus sejak awal berdiri. Nantinya, pengangkatan sekaligus pemberhentian pengurus PT harus dilakukan melalui RUPS atau Rapat Umum Pemegang Saham.

 7. Proses Mengurus Akta Pendirian

Untuk mendirikan CV, syarat dan prosesnya tidak sesulit ketika mendirikan PT. Ini menjadi perbedaan PT dan CV yang utama. Saat mendirikan CV, semua prosesnya bisa diselesaikan dengan cepat. Hal tersebut disebabkan oleh pendirian CV yang tidak memerlukan pengesahan khusus. Selain itu, biaya pendiriannya juga cukup murah.

Untuk PT, proses pendiriannya memerlukan waktu yang relatif lama. Ada banyak tahap yang harus kamu lewati. Selain itu, prosesnya membutuhkan pengesahan dari berbagai pihak sehingga membutuhkan waktu yang lama. Biaya pengurusan akta pendirian juga jauh lebih besar.

Itulah informasi lengkap mengenai perbedaan antara CV dan PT. Apabila kamu sudah mengetahui bentuk usaha apa yang sesuai denganmu, saatnya mempelajari lebih lanjut tentang CV dan PT. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, keduanya sekilas mirip, tetapi jelas memiliki perbedaan.Informasi perbedaan CV dan PT di sini mungkin hanya secuil dari banyaknya ilmu tentang CV dan PT. Oleh karena itu, jangan lelah untuk terus belajar, ya. Semoga informasi ini bermanfaat!

Untuk PT, proses pendiriannya memerlukan waktu yang relatif lama. Ada banyak tahap yang harus kamu lewati. Selain itu, prosesnya membutuhkan pengesahan dari berbagai pihak sehingga membutuhkan waktu yang lama. Biaya pengurusan akta pendirian juga jauh lebih besar.