Moneyfazz
Home » Tips » Penting! Ini Perbedaan Dosen Swasta dan Negeri Serta Gajinya

Penting! Ini Perbedaan Dosen Swasta dan Negeri Serta Gajinya

Tahukah Anda perbedaan dosen swasta dan negeri serta gajinya? Sedikit banyak, Anda tentu sering mendengar rumor bahwa gaji dosen swasta lebih sedikit dibandingkan dengan dosen negeri atau PNS. Apakah hal tersebut benar?

Untuk seseorang yang mempunyai passion mengajar dan peduli dengan pendidikan di Indonesia, menjadi dosen tentu adalah suatu cita-cita yang mulia. Anda bisa bekerja di bidang yang Anda sukai. Berkarier di bidang yang disukai tentu sangat menyenangkan bukan?

Untuk memantapkan niat Anda, tak ada salahnya mengecek gaji dosen swasta dan negeri. Bagaimanapun, saat memasuki dunia kerja, gaji adalah salah satu hal yang perlu dipertimbangkan. Meski mengajar adalah passion Anda, jika gaji yang diterima jauh dari harapan, bekerja pasti akan terasa berat.

Hal Penting Seputar Perbedaan Dosen Swasta dan Negeri serta Gajinya

Dilihat dari tugasnya, tidak ada perbedaan yang mencolok antara dosen swasta dengan dosen negeri. Seorang dosen mempunyai tugas untuk mendidik mahasiswa. Tak hanya itu, dosen juga wajib mengamalkan tridharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Tridharma perguruan tinggi tersebut wajib dipegang teguh oleh semua dosen. Dengan mengamalkan tridharma perguruan tinggi, para dosen telah melakukan kewajiban sebagaimana mestinya.

Usai melaksanakan kewajiban, mereka bisa menuntut hak mereka, yakni seputar gaji atau upah kerja. Berapa kira-kira gaji dosen negeri dan dosen swasta?

Perbedaan antara dosen swasta dan negeri sangat terlihat dari sisi gaji yang diterima. Sama seperti guru swasta dan guru negeri, keduanya memiliki sistem penggajian yang berbeda. Ketentuan gaji pokok dosen negeri biasanya sudah diatur di dalam peraturan pemerintah.

1.      Gaji Pokok Dosen Negeri dan Swasta

Satu hal yang perlu Anda ketahui adalah penetapan gaji pokok dosen negeri atau PNS disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2015 tentang Penetapan Gaji pokok berdasarkan golongan.

Untuk seorang dosen, gaji pokok yang diterima memang lebih kecil dibandingkan dengan profesi lainnya. Akan tetapi, tak perlu khawatir, dosen masih memiliki tunjangan lainnya. Nominal take home pay atau upah yang diterima pasti tidak lebih sedikit dari profesi lainnya.

Gaji pokok dosen PNS didasarkan pada golongan PNS-nya, ada golongan 1, golongan 2, hingga golongan 4. Masing-masing golongan juga mempunyai tingkatangaji, yakni dari terendah hingga tertinggi. Semuanya bergantung pada kelasnya dan juga UMR masing-masing daerah.

Jika gaji pokok dosen negeri telah diatur oleh pemerintah, hal tersebut tidak berlaku untuk gaji pokok dosen swasta. Penetapan gaji bulanan dosen swasta bergantung pada honor per SKS atau per jam. Nominal per SKS juga tidak sama antara perguruan tinggi swasta yang satu dengan yang lain. Jadi, nominalnya benar-benar tidak bisa diprediksi.

Tidak sedikit dosen swasta yang mengaku bahwa gaji mereka jauh dari kata layak. Akan tetapi, tidak sedikit pula dosen swasta yang mempunyai gaji yang besar. Semuanya memang bergantung pada kebijakan masing-masing perguruan tinggi swasta.

2.      Tunjangan-Tunjangan yang Diperoleh Dosen Negeri

Meski memiliki gaji pokok yang relatif kecil, gaji bulanan yang diterima oleh dosen negeri bisa dibilang cukup banyak. Hal ini disebabkan oleh dosen negeri masih mempunyai tunjangan-tunjangan dengan nominal yang cukup tinggi.

Tunjangan pertama adalah tunjangan profesi. Dosen negeri yang telah mempunyai sertifikat pendidikan akan memperoleh tambahan gaji, yakni tunjangan profesi. Biasanya, tunjangan profesi ini nominalnya sama seperti gaji pokok pegawai.

Kemudian, masih ada juga tunjangan khusus. Tunjangan khusus ini diberikan ketiga seorang dosen mendapatkan tugas khusus, misalnya bertugas di suatu daerah tertentu. Besar tunjangan khusus ini tidak tentu, bisa setara dengan gaji pokok atau lebih tinggi dari gaji pokok.

Tunjangan yang ketiga adalah tunjangan kehormatan. Tunjangan ini tidak diberikan kepada setiap orang, ya. Tunjangan ini dikhususkan untuk dosen yang sudah mendapatkan jabatan akademik profesor. Besar tunjangannya bisa mencapai 2 kali lipat dari gaji pokok.

Tunjangan yang keempat tunjangan untuk tugas tambahan. Jika seorang dosen merangkap sebagai Ketua Jurusan, Dekan, Pembantu Rektor, Rektor, dan jabatan administratif lainnya, mereka juga akan mendapatkan tambahan gaji. 

Besarnya jumlah tunjangan tugas tambahan dosen negeri juga diatur oleh pemerintah, tepatnya tertulis dalam Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2007. Besar tunjangan ini kurang lebih antara Rp2 juta sampai dengan Rp6 juta.

Tak hanya mendapatkan tunjangan yang banyak, dosen negeri juga masih mendapatkan insentif penelitian dan masih banyak lagi honor lainnya. Inilah yang menjadi perbedaan dosen swasta dan negeri serta gajinya yang utama. Jadi, jika Anda ingin menjadi dosen, pastikan menjadi dosen negeri, ya.

3.      Tunjangan-Tunjangan yang Diperoleh Dosen Swasta

Sama seperti dosen negeri, dosen swasta juga masih memperoleh beberapa tunjangan selain gaji pokok. Akan tetapi, tunjangan yang diterima jelas tak sebesar tunjangan dosen negeri. Berikut ini adalah rincian tunjangan dosen swasta.

Beberapa tunjangan yang diterima oleh dosen swasta adalah tunjangan uang yudisium untuk dosen swasta yang menjadi dosen penguji. Kemudian ada juga uang bimbingan untuk dosen swasta yang bertugas sebagai dosen pembimbing. Lalu, ada juga uang koreksi ujian.

Besaran nominal tunjangan yang sudah disebutkan di atas sangat bervariasi. Lagi-lagi, semuanya bergantung pada kebijakan kampus masing-masing.

Sama seperti dosen negeri, tunjangan profesi juga pasti didapat oleh dosen swasta. Untuk nominalnya, biasanya setara dengan tunjangan profesi dosen negeri.

Lalu, jika ingin mendapatkan pendapatan lainnya, dosen swasta juga bisa melakukan penelitian. Sesuai dengan tugas dosen dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi, dosen memiliki kesempatan untuk penelitian. Biaya penelitian dibiayai oleh Menristek. Anda pun akan mendapatkan pendapatan tambahan.

Kemudian, pendapat lain yang bisa Anda dapatkan adalah dengan mengisi seminar atau acara-acara resmi di luar kampus. Sebagai pembicara, seorang dosen pasti akan mendapatkan tambahan pendapatan. Ini adalah cara lain agar gaji dosen swasta tetap tinggi.

Itulah perbedaan dosen swasta dan negeri serta gajinya yang paling mendasar. Selanjutnya, Anda bisa menentukan sendiri apakah lebih tertarik menjadi dosen negeri atau dosen swasta.

Kesimpulan

Perbedaan dosen swasta dan negeri serta gajinya sudah dibahas secara runut dalam artikel di atas. Dari sisi gaji, dosen negeri dipastikan memiliki gaji yang cukup, bahkan lebih untuk menghidupi keluarga. Sementara itu, gaji dosen swasta lebih bervariasi sesuai dengan kampusnya masing-masing.

Kemudian, dari sisi kewajiban, setiap dosen tentu memiliki kewajiban yang sama, yakni mengamalkan tridharma perguruan tinggi.

Jika Anda memang benar-benar ingin menjadi dosen negeri, tak apa mengawali karier sebagai dosen swasta terlebih dahulu. Setelah mempunyai pengalaman dan relasi yang cukup, Anda bisa meningkatkan karier dari dosen swasta menuju dosen negeri. Anda juga bisa menjadi dosen PNS. Semua peluang sangat terbuka.

Demikian adalah informasi lengkap seputar perbedaan dosen swasta dan negeri serta gajinya. Semoga bermanfaat!

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com