Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Cara Perhitungan Pesangon bagi Karyawan yang di PHK

Buat kamu yang memilih menjadi karyawan, ada baiknya sejak sekarang mempelajari bagaimana perhitungan pesangon bagi seorang pekerja apabila terjadi masalah PHK yang tidak diinginkan. Hal ini sebagai dasar pengetahuan agar kamu bisa lebih mudah melakukan permohonan dan komplain pada pihak perusahaan.

Penting kamu ketahui bahwa mendapat pesangon pada saat terjadi PHK sudah diatur dalam undang-undang yang sah. Artinya apabila kamu diberhentikan tanpa adanya uang pesangon yang diberikan, kamu memiliki landasan hukum yang kuat. Undang-undang tentang pesangon adalah UU No.13 tahun 2003 Pasal 156 ayat 1.

Uang Pesangon Berdasarkan Usia Kerja

Seseorang mendapatkan uang pesangon didasarkan pada lamanya usia kerja di sebuah perusahaan. Semakin lama karyawan bekerja di suatu tempat maka saat PHK terjadi, uang pesangon yang diterima semakin besar. Di dalam UU No.13 tahun 2003 Pasal 156 di atas disebutkan jumlah besaran uang pesangon disesuaikan waktu kerja.

Berikut ini jumlah uang pesangon berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan di atas, cek yang manakah kamu:

  • Bila masa kerja kurang dari setahun lalu terjadi PHK maka jumlah pesangon yang diterima karyawan sebesar 1 x gaji dalam sebulan.
  • Bila masa kerja antara 1 hingga 2 tahun lalu terjadi PHK maka jumlah pesangon yang diterima karyawan sebanyak 2 x gaji bulanan yang biasa diterima.
  • Bila masa kerja antara 2 hingga 3 tahun dan terjadi PHK maka jumlah pesangon yang diterima karyawan sebanyak 3 x gaji bulanannya yang biasa diterima.
  • Bila masa kerjanya 3 sampai 4 tahun lalu terjadi PHK maka jumlah uang pesangon yang diterima sebanyak 4 x jumlah gaji bulan yang biasa diterima.
  • Bila masa kerja antara 4 sampai 5 tahun lalu terjadi masalah PHK maka jumlah pesangon yang diterima sebanyak 5 kali gaji bulanan yang biasa diterima.
  • Bila masa kerja antara 5 sampai 6 tahun lalu terjadi PHK maka jumlah uang pesangon yang harus diterima sebanyak 6 kali gaji bulanan yang biasa diterima.
  • Bila masa kerja antara 6 sampai 7 tahun lalu terjadi PHK maka jumlah uang pesangon yang harus diterima sebanyak 7 kali gaji bulanan yang biasa diterima.
  • Bila masa kerja antara 7 sampai 8 tahun lalu terjadi PHK maka jumlah uang pesangon yang harus diterima sebanyak 8 kali gaji bulanan yang biasa diterima.
  • Bila masa kerja di atas 8 tahun lalu terjadi PHK maka jumlah uang pesangon yang diterima karyawan sebesar 9 kali gaji bulanan yang biasa diterima.

Berdasarkan undang-undang di atas, perhitungan uang pesangon hanya dibatasi hingga 8 tahun usia kerja. Bila sudah lebih dari usia tersebut, maka besarnya jumlah uang pesangon tidak bertambah lagi. Puluhan tahun pun kamu bekerja di sebuah perusahaan, angka maksimalnya hanya 9 kali jumlah gaji bulanan.

Ketentuan Uang Pesangon Berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan

Uang pesangon adalah uang yang diberikan oleh pihak perusahaan kepada karyawan yang diberhentikan dari perusahaan tersebut memiliki aturan tersendiri untuk bisa mendapatkannya. Namun, tidak semua pengunduran diri atau pemberhentian bisa memungkinkan kamu dapat uang pesangon.

Ada beberapa jenis faktor dan kondisi yang memungkinkan kamu mendapat uang pesangon bahkan ada yang tidak sama sekali. Didasarkan pada Undang-Undang No.13 tahun 2003 di atas, ada beberapa kondisi PHK yang penting kamu ketahui apakah mendapat pesangon atau tidak. Berikut ini beberapa di antaranya:

  1. Pengunduran diri yang dilakukan tanpa tekanan dan sesuai prosedur maka tidak mendapatkan uang pesangon.
  2. Tidak lulus masa percobaan maka tidak mendapatkan uang pesangon.
  3. Selesainya perjanjian kontrak kerja tidak mendapatkan pesangon.
  4. Karyawan melakukan pelanggaran perjanjian kerja atau peraturan perusahaan, maka karyawan mendapatkan uang pesangon sebanyak 1 kali gaji bulanan yang biasa diterima.
  5. Pekerja yang mengajukan PHK karena pelanggaran yang dilakukan pihak pengusaha maka jumlah uang pesangonnya sebanyak 2 kali gaji bulanan yang diterima.
  6. Pernikahan yang terjadi antar pekerja di sebuah perusahaan juga mendapatkan uang pesangon sebesar 1 kal gaji bulanan yang biasa diterima.
  7. PHK yang terjadi secara massal karena kondisi perusahaan yang bangkrut maka uang pesangon yang diterima sebesar 1 kali gaji bulanan yang biasa diterima.
  8. Pemutusan Hubungan Kerja massal yang dilakukan untuk meningkatkan efisiensi kerja dari perusahaan maka besarnya jumlah uang pesangon yang diterima karyawan sebanyak 2 kali gaji bulanan.
  9. Pekerja yang sudah tidak mau melanjutkan kerja karena masalah perubahan status dari perusahaan juga mendapatkan uang pesangon sebesar 1 kali gaji bulanan yang biasa diterima.
  10. Pihak perusahaan yang tidak mau melanjutkan hubungan kerja disebabkan karena perubahan status perusahaan seperti penggabungan atau peleburan maka karyawan berhak mendapatkan uang pesangon sebesar 2 kali gaji bulanan yang biasa diterima.
  11. Jika perusahaan mengalami kondisi yang pailit maka karyawan yang di PHK memiliki hak uang pesangon sebesar 1 kali gaji bulanan yang biasa diterima.
  12. Jika pekerja mengalami kondisi meninggal dunia maka besarnya jumlah uang pesangon yang diterima karyawan sebesar 2 kali gaji bulanan yang biasa diterima.
  13. Pekerja melakukan mangkir dari pekerjaan selama 5 hari dan telah mendapatkan proses panggilan selama dua kali lalu mengundurkan diri maka karyawan ini tidak mendapatkan uang pesangon.
  14. Bila seorang karyawan mengalami sakit yang lama atau kondisi kecelakaan dengan usia kerja di atas 12 bulan maka karyawan berhak mendapatkan uang pesangon sebesar 2 kali gaji bulanan yang biasa diterima.
  15. Pekerja yang sudah memasuki usia pensiun maka berhak mendapatkan uang pesangon sebesar 2 kali gaji bulanan yang biasa diterima karyawan tersebut.
  16. Karyawan yang ditahan lalu tidak bisa memenuhi kewajibannya dalam bekerja saat diberhentikan maupun mengundurkan diri maka tidak mendapat uang pesangon.
  17. Pekerja yang mengalami masalah hukum, ditahan lalu diputuskan bersalah maka tidak diberikan uang pesangon.

Kondisi-kondisi di atas bisa jadi pengetahuan buat kamu tentang perhitungan pesangon yang memang diatur dalam undang-undang. Panduan regulasi ini menjadi hal yang harus dipahami agar bisa melakukan klaim yang tepat dan memiliki pelindung hukum saat kamu akan melakukan komplen pada perusahaan.

Manfaat Undang-Undang Ketenagakerjaan tentang Pesangon

Selain itu, panduan ini juga bisa membuat motivasi kerja seorang karyawan bisa lebih baik. Mereka akan tahu bahwa ketika melakukan hal-hal yang tidak baik atau proses pengunduran diri yang tidak tepat dapat menyebabkan seorang karyawan kehilangan uang pesangon.

Bagi perusahaan sendiri perhitungan ini bisa jadi pencerahan yang baik agar tidak semena-mena melakukan PHK kepada karyawan. Ada aturan yang harus dipenuhi saat keputusan PHK harus dilakukan. Mereka para pengusaha yang memiliki pertimbangan bijak akan sangat menghindari keputusan PHK untuk efisiensi perusahaan.

Jangan khawatir, selain uang pesangon ada juga uang-uang lain yang bisa diterima oleh seorang karyawan, di antaranya adalah Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK) dan Uang Penggantian Hak (UPH). Dalam kondisi tertentu seorang karyawan cukup mungkin mendapatkan ketiga jenis uang tersebut saat dilakukan PHK.

Uang penghargaan masa kerja diberikan sebagai bentuk penghargaan pihak perusahaan atau dedikasi dan loyalitas seorang pekerja di perusahaan. Usia kerja terendah yang memungkinkan mendapatkan uang ini adalah usia 3 hingga 6 tahun kerja dengan jumlah UPMK sebesar 2 kali gaji per bulan yang biasa diterima.

Sedangkan UPMK tertinggi diberikan bagi karyawan yang telah bekerja di perusahaan selama lebih dari 24 tahun. Jumlahnya sebesar 10 kali upah bulanan yang biasa diterima.

Bisa dibayangkan jika gaji yang bersangkutan perbulannya sudah puluhan juta atau ratusan juta, sudah pasti banyak perusahaan yang merasa berat dan akhirnya tidak merilis uang tersebut.

Sedangkan Uang Penggantian Hak (UPH) diberikan pada beberapa kondisi seperti karyawan yang belum mengambil hak cuti tahunan, lalu mengalami PHK, biaya transportasi pekerja ke tempat kerja yang lokasinya sulit dijangkau, biaya penggantian perumahan dan pengobatan, atau hal-hal lain sesuai perjanjian dengan perusahaan.

Jumlah UPH ini dikeluarkan sesuai dengan kesepakatan yang dilakukan atau pekerja dengan pihak perusahaan. Biasanya terjadi di awal saat mulai bekerja.

Mengapa Uang Pesangon Sering tidak Cair?

Walaupun kamu mungkin sudah tahu tentang perhitungan pesangon yang menjadi hakmu, faktanya tidak semua perusahaan bisa dengan mudah mengeluarkan uang pesangon. Terlebih lagi jika PHK dilakukan massal. Apa penyebabnya sehingga karyawan tidak bisa mendapatkan haknya?

Kondisi yang paling umum terjadi biasanya perusahaan benar-benar dalam kondisi pailit sehingga jatah uang pesangon karyawan pun tidak sanggup untuk dibayarkan. Bisa kamu bayangkan jika jumlah uang-uang pesangon ditotalkan untuk ratusan hingga ribuan orang. Uang pesangon bisa menjadi pengeluaran membengkak.

Namun, sebagai perusahaan kewajiban tetaplah kewajiban. Aturan undang-undang harus dijalankan sebab hal tersebut akan sangat berpengaruh pada hari-hari yang dijalani para pekerja. Apakah pekerja tersebut bisa lebih cepat mendapatkan pekerjaan yang baru atau tidak, semuanya butuh biaya untuk kelangsungan hidup beberapa waktu.

Jangan heran jika kasus pemutusan hubungan kerja ribuan karyawan akhirnya berbuntut demonstrasi yang menuntut dikeluarkannya uang pesangon untuk para pekerja. Para pekerja memiliki payung hukum yang kuat untuk menagih uang pesangon dan perusahaan pun berkewajiban mengeluarkan uang pesangon tersebut.

Berbeda kondisinya jika kesalahan dilakukan secara pribadi. Selain karyawan rugi sendiri karena tidak mendapatkan pesangon, di satu sisi pihak perusahaan akan lebih diuntungkan karena tak perlu repot mengeluarkan uang pesangon.

Bagi kamu yang sudah bertahun-tahun jadi karyawan jangan sampai tidak tahu tentang undang-undang uang pesangon ini. Jelas kamu yang akan dirugikan atau bahkan kamu akan melakukan hal bodoh yang ditertawakan pihak perusahaan.

Bagikan informasi ini ke temanmu yang bekerja sebagai karyawan agar ia tahu bagaimana aturan melakukan klaim uang pesangon saat melakukan pengunduran diri. Bagikan di sosial media agar semakin banyak orang yang tahu tentang hak-hak mereka sebagai seorang pekerja.

Bekerjalah dengan baik, profesional dan memiliki loyalitas yang baik agar saat terjadi PHK kamu bisa mendapatkan penghargaan yang lebih dalam hal pesangon. Bekerja asal-asalan dan melanggar peraturan jelas akan merugikan diri sendiri.

Memahami cara menghitung pesangon penting sekali bagi karyawan maupun pengusaha. Bagi karyawan, hal ini dapat melindungi mereka agar bisa mendapat pesangon yang layak ketika berhenti bekerja di perusahaan. Bagi pengusaha, memahami hal ini akan membuat perhitungan biaya yang harus dikeluarkan ketika memberhentikan karyawan atau karyawan pensiun menjadi lebih mudah.

Perhitungan pesangon jadi panduan penting buat kamu yang saat ini bekerja di perusahaan atau punya niat melamar sebagai karyawan di sebuah perusahaan. Kamu sudah paham dengan aturan pesangon ini?

Ardo L
A banker. Expert on money management, personal financial and basic investment.