Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Perubahan Sentimen Global Pengaruhi Kurs Rupiah Pekan Ini

rupiah

Membaiknya sentimen pasar spot beberapa pekan lalu hingga akhir pekan bulan April kemarin memberikan angin segar di perekonomian Indonesia. Pasalnya setelah dilanda corona mulai tengah bulan Maret lalu, kurs Indonesia sempat terpuruk.

Perubahan kurs sangat dipengaruhi oleh sentimen global terkait dengan bagaimana persepsi global terhadap rupiah.

Saat krisis seperti ini sentimen pelaku pasar di pasar spot tidak stabil karena tidak lancarnya arus ekonomi disuatu negara. Maka membangun kepercayaan publik bisa memancing sentimen pelaku pasar ke arah positif.

Seperti beberapa pekan ke belakang saat Indonesia mengalami awal kasus corona sentimen pasar bersentimen negatif. Hingga membuat rupiah harus turun ke angka Rp. 16.000/dolar Amerika.

Sedangkan dolar pada masa tersebut dianggap menjadi safe haven bagi pelaku pasar saat awal krisis corona dimulai.

Namun akibat pengaruh perang dagang antara China dengan Amerika serta akibat dampak corona yang terlalu tinggi di benua Amerika hingga Eropa. Hal tersebut membuat sentimen pasar lebih positif ke arah negara Asia termasuk Indonesia.

Dapat dilihat pada grafik kurs rupiah untuk akhir maret hingga pekan kemarin kurs rupiah melaju ke arah Rp. 14.000/dolar Amerika. Grafik tersebut menunjukkan pasar memiliki kepercayaan yang tinggi kepada mata uang Tanah Air.

Peran BI dalam pengendalian rupiah benar-benar diuji pada masa krisis seperti ini. Tidak bisa dalam waktu singkat bisa memutuskan stimulus tertentu untuk suntikan ekonomi di Indonesia.

Seperti yang lalu saat ada usulan untuk mencetak rupiah lebih banyak saat krisis. Hal ini adalah stimulus ekonomi yang memudahkan masyarakat namun penuh resiko memancing terjadinya inflasi.

Setelah mendapat sentimen positif selama empat minggu terus menerus. Pekan ini Indonesia dihadapkan dinding tinggi sentimen negatif yang dipengaruhi oleh kondisi global.

Pengaruh tersebut berasal dari obat corona yang saat ini diuji di FDA. Dan hampir siap edar, setelah ratusan tes dilakukan dengan hasil yang sangat bagus.

Kehadiran obat ini memberikan sinyal bagus terhadap krisis namun sinyal juga terhadap pelaku pasar untuk kembali lagi melirik dolar Amerika. Pasalnya Amerika memiliki pengaruh tinggi terhadap peredaran obat remdesivir ini.

Di Tanah Air, kondisi ekonomi setelah krisis masih dihadapkan dengan permasalahan ekonomi industri dan tenaga kerja yang mengalami PHK. Belum lagi dihadapkan pemulihan ekonomi yang diprediksi membutuhkan waktu yang panjang.

Pagi ini saja saat pembukaan pasar spot untuk pekan ini rupiah sudah terkoreksi mengarah kembali ke angka Rp. 15.000/dolar Amerika. Hal ini merupakan sinyal negatif terhadap kondisi rupiah ketika harus berhadapan sentimen global yang jelas lebih memilih negara dengan kuasa terhadap obat corona.