Moneyfazz
Home » Tips » Riwayat Hidup dan Profil Lengkap Luhut Binsar Panjaitan Terkini

Riwayat Hidup dan Profil Lengkap Luhut Binsar Panjaitan Terkini

Anda yang rutin memperbarui informasi perpolitikan di Indonesia tentu sudah tidak asing lagi dengan nama Luhut Binsar Panjaitan. Riwayat hidup dan profil lengkap Luhut Binsar Panjaitan menjadi penting mengingat kiprahnya di dunia politik terbilang besar. Lantas, tahukah Anda siapa Luhut Binsar Panjaitan sebenarnya?

Profil

Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A. atau yang akrab dengan sapaan Luhut merupakan salah satu menteri terkenal di Indonesia. Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dirinya menjabat sebagai seorang menteri di Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI.

Pria kelahiran Toba Samosir, 28 September 1947 ini merupakan anak sulung dari 5 bersaudara. Bersama sang ayah bernama Bonar Pandjaitan dan ibu bernama Siti Frida Naiborhu dirinya memeluk agama Kristen.

Saat ini anak Luhut Binsar Panjaitan ada 4, yaitu  Paulina P., Paulus P., David P., dan Karri P.. Anak tersebut merupakan buah cintanya dengan istri yang bernama Devi Boru Simatupang.

Luhut dan Devi Boru Simatupang menikah pada tanggal 27 November 1971. Kisah cinta mereka diawali dari pertemuan pertama ketika keduanya masih berada di bangku SMA. Hingga akhirnya Luhut memutuskan menikahi pujaan hatinya setelah bergabung dengan Kopassus.

Kehidupan Pribadi

Jika melihat kesuksesan karirnya saat ini, mungkin tak ada yang menyangka jika kehidupan Luhut Binsar Panjaitan muda ternyata cukup sulit. Keluarganya tergolong miskin dengan ayah, Bonar Pandjaitan yang berprofesi sebagai sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Tentu dengan profesi tersebut pendapatan yang diperoleh terbilang pas-pasan.

Luhut juga bukan berasal dari keluarga yang mengenyam pendidikan tinggi. Terbukti ibunya, Siti Frida Naiborhu tidak sampai menamatkan jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD). Walau demikian, sebagai seorang ibu Siti Frida Naiborhu tetap mendidik Luhut dan adik-adiknya untuk tumbuh menjadi pribadi yang jujur dan pekerja keras.

Pada usia 3 tahun, Luhut dan seluruh keluarganya memutuskan untuk meninggalkan kampung halaman dan merantau ke Pekanbaru, Riau. Di tempat barunya, Luhut bermukim dan tinggal di daerah Rumbai.

Ayahnya, Bonar Pandjaitan mendapatkan pekerjaan baru dan beralih profesi menjadi karyawan di perusahaan minyak dan gas, yaitu Caltex. Hingga saat ini perusahaan tersebut masih berdiri dan berganti nama menjadi Chevron.

Riwayat Pendidikan

Luhut memulai pendidikannya sebagai seorang siswa di SD Yayasan Cendana yang dikelola oleh Perusahaan Minyak dan Gas Caltex. Hal ini sebagai wujud loyalitas dan dedikasi yang diberikan ayahnya, Bonar Pandjaitan pada perusahaan tempatnya bekerja.

Setelah lulus dari SD Yayasan Cendana, Luhut melanjutkan pendidikannya di SMP Yayasan Cendana. Setelah 3 tahun bersekolah, akhirnya Luhut dinyatakan lulus dan memilih SMAN 1 Pekanbaru sebagai tujuan selanjutnya.

Semasa SMA, Luhut merupakan siswa yang berprestasi di bidang olahraga. Di jenjang pendidikan ini Luhut berhasil mewakili daerahnya dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) cabang renang. PON yang diikuti Luhut tersebut diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat.

Walaupun tergolong siswa yang berprestasi di bidang olahraga, Luhut juga pernah nakal dan salah pergaulan. Hal ini menyebabkan sang ayah, Bonar Pandjaitan memindahkan Luhut ke sekolah yang baru. Bonar Pandjaitan memilih SMA Penaburan, Bandung sebagai sekolah tujuan agar anaknya terhindar dari pergaulan yang salah.

Ketika G30S PKI pecah dan memanas, Luhut ikut serta menentang kebijakan pemerintahan orde lama serta keberadaan PKI. Di Bandung, Luhut menyalurkan aksinya bersama sesama pelajar melalui Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia atau akrab dengan sebutan KAPI.

Karier Militer

Setelah menamatkan SMA di Bandung, Luhut mendaftar sebagai prajurit TNI melalui AKABRI di tahun 1967. Di tahun 1970 Luhut berhasil mendapatkan penghargaan Adhi Makayasa karena menjadi siswa yang lulus dengan predikat lulusan terbaik.

Selang waktu satu tahun, Luhut menamatkan Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (SUSSARCABIF) sebagai lulusan terbaik. Tak hanya itu, Luhut juga berhasil mendapatkan penghargaan Sangkur Perak Komando pada saat Kursus Komando.

Di tahun 1971 ini Luhut juga berhasil menjadi lulusan terbaik dalam Kursus Lintas Udara. Di kesempatan ini Luhut mendapatkan penghargaan Trophy Payung Emas.

Di tahun yang sama, Luhut menjabat sebagai Komandan Peleton I/A Group 1 Para Komando Kopassus (Korps Pasukan Khusus). Hidupnya banyak dihabiskan di Kopassus baret merah yang awalnya bernama Kopassandha atau RPKAD.

Luhut terkenal dengan pencapaiannya menjadi pendiri sekaligus komandan pertama Grup Sat-81/Gultor yang bergerak di bidang penanggulangan teroris. Bagian ini kini memiliki nama Detasemen 81 Kopassus Anti Teror.

Tahun 1993 Luhut berperan sebagai Komandan Pusat Pendidikan Pasukan Khusus Kopassus. Kiprahnya berlanjut di tahun 1995 sebagai Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya di Jawa Timur. Selama menjabat di tempat barunya, Luhut berhasil mendapatkan predikat sebagai Komandan Korem Terbaik di Indonesia.

Karena prestasi-prestasinya, Luhut diangkat sebagai Wakil Komandan Pusat Persenjataan Infanteri TNI AD. Tak hanya itu, Luhut juga ditempatkan sebagai Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) TNI-AD. Jabatan ini mulai Luhut emban dari tahun 1996 hingga 1997.

Kariernya berlanjut dengan jabatan sebagai Komandan Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklat TNI AD). Jabatan ini berada di tangannya dari tahun 1997 hingga tahun 1998. Kala itu Luhut memiliki pangkat seorang Letnan Jenderal TNI.

Untuk menunjang karirnya militernya, Luhut disekolahkan di National Defense University, Amerika Serikat. Selanjutnya Luhut bersekolah di George Washington University, Amerika Serikat dengan mengambil gelar Masters in Public Administration.

Karier Politik Pemerintahan

Tahun 1999 hingga 2000, di era kepemimpinan Presiden BJ Habibie Luhut mendapatkan tugas sebagai Duta Besar Indonesia untuk delegasi Singapura. Di masa Presiden KH Abdurrahman Luhut diangkat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan sampai tahun 2001.

Di tahun 2014, Presiden Joko Widodo mengangkat Luhut sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Setahun kemudian, Luhut diberikan jabatan sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Dilanjutkan pada tahun 2016, Luhut didapuk sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman. Tidak berhenti disitu, pada tahun 2019 lalu Luhut dipercaya lagi sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi.

Karier Kewirausahaan

Mencoba lepas dari dunia militer dan politik pemerintahan, Luhut dan istri, Devi Boru Simatupang mendirikan Yayasan Del dan mendirikan Institut Teknologi Del. Lokasinya berada tidak jauh dari tepi Danau Toba, Sumatera Utara.

Latar belakang dari sekolah tersebut adalah untuk membantu masyarakat kurang mampu dan anak-anak yang berbakat. Luhut juga memiliki lembaga independen yang bernama Yayasan Lingkar Bina Prakarsa dengan niat yang mulia pula.

Luhut menjajal dunia kewirausahaan di tahun 2004, yaitu mendirikan PT Toba Sejahtera Group. Bisnisnya ini bergerak di sektor energi dan pertambangan yang tergolong sukses. Hingga kini setidaknya sudah ada 6 anak usaha di berbagai sektor yang bernaung di bawahnya.

Dari riwayat hidup dan profil lengkap Luhut Binsar Panjaitan bisa dijadikan pembelajaran bahwa kesuksesan yang sekarang dinikmati berasal dari kerja keras yang panjang. Luhut meniti karier dari nol, baik karier di bidang militer, politik pemerintahan, hingga karir kewirausahaannya.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com