Moneyfazz
Home » Berita Utama » PSBB Bekasi Dan Bogor Diperpanjang, Bagaimana Dengan DKI?

PSBB Bekasi Dan Bogor Diperpanjang, Bagaimana Dengan DKI?

Pemkot Bekasi kembali melakukan perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Ini berarti, penerapan PSBB di wilayah tersebut sudah memasuki jilid V. Adapun untuk lamanya penerapan PSBB di Bekasi ini selama 28 hari mulai hari ini Jumat, 5 Juni hingga 2 Juli 2020.

Terkait perpanjangan ini berdasarkan Keputusan Wali Kota Bekasi Nomor : 300/Kep.355-BPBD/V/2020. Kasus Covid-19 di Bekasi memang belum juga turun, dan perpanjangan PSBB ini sebagai langkah untuk masyarakat menuju pola new normal.

“Pada perpanjangan PSBB keempat masih ditemukan bukti penyebaran Covid-19 sehingga perlu perpanjangan kelima dalam rangka pelaksanaan adaptasi tatanan hidup baru masyarakat produktif melawan Covid-19,” ungkap Walikota Bekasi, Rahmat Efendi(4/6/2020).

Rahmat Efendi juga mengimbau masyarakat yang berdomisili atau beraktivitas di Kota Bekasi tetap patuh terhadap aturan yang berlaku selama penerapan PSBB.

Diantaranya tetap mengikuti protokol kesehatan yang tepat untuk pencegahan penyebaran wabah corona

Selain Bekasi, kota Bogor juga melakukan perpanjangan PSBB. Hal ini dilakukan selama satu bulan kedepan.

Terkait penerapan ini langsung disampaikan oleh Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah. 

“Kami menyepakati melanjutkan penerapan PSBB proporsional di masa transisi ini,” ungkapnya (4/6/2020).

Menurut Bima, PSBB Bogor yang akan dilakukan selama 1 bulan ke depan adalah PSBB proporsional di masa transisi. Bentuk penerapannya cukup berbeda dengan PSBB tahap pertama dan ketiga.

PSBB proporsional di masa ini akan dilakukan penguatan pada aspek-aspek edukasi dan wilayah. Mulai dari RT, RW, kelurahan hingga kecamatan. 

Di PSBB V ini juga akan dilakukan tahapan-tahapan, apa yang masih mungkin dibuka dan tetap berpedoman pada protokol kesehatan.

Di sisi lain, DKI Jakarta juga melakukan perpanjangan PSBB hingga akhir Juni sebagai upaya pencegahan wabah virus Covid-19. Hal ini disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. 

Dalam penerapan PSBB, Anies menyebutkan bahwa secara umum wilayah DKI sudah menjadi hijau kuning artinya ar kasus corona di Ibu Kota sudah menurun. Bahkan pada beberapa wilayah sudah terdapat 0 kasus.

Untuk itu Jakarta akan mulai melakukan transisi. Namun di beberapa wilayah yang masih masuk kategori zona merah akan tetap butuh penerapan PSBB. 

“Transisi menuju apa? Kita melakukan transisi dari ketika kita melakukan pembatasan sosial masif menuju kondisi aman, sehat, produktif,”ungkap Anies (4/6/2020).

Lebih lanjut Anies mengatakan di masa transisi ini kegiatan sosial ekonomi juga sudah bisa dimulai lagi secara bertahap dengan batasan-batasan yang harus ditaati. 

“Periode ini menjadi periode transisi. Saya katakan tadi menuju kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Periode ini juga adalah periode edukasi, periode pembiasaan terhadap pola hidup sehat, pola hidup yang aman, pola hidup yang produktif sesuai dengan protokol Covid-19,” tambahnya.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com