Moneyfazz
Home » Investasi » Apa Itu Reksadana Pasar Uang?

Apa Itu Reksadana Pasar Uang?

Keberadaan reksadana pasar uang semakin dikenal luas di masyarakat. Hal ini tidak lain karena jenis investasi tersebut dianggap minim risiko, sehingga Anda pun tidak perlu takut kehilangan dana. Manfaat tersebut tentunya juga membuat para investor, khususnya yang masih pemula, tergiur untuk menanamkan modal mereka. Nah, untuk mengenal lebih jauh apa itu reksadana pasar uang, simak ulasannya.

Apa itu Reksadana Pasar Uang?

 

Untuk memahami apa itu reksadana pasar uang, Anda harus memahami dahulu apa itu reksadana. Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, reksadana dapat diartikan sebagai wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan.

Lantas, siapakah yang berperan dalam menginvestasikan modal dalam reksadana pasar uang? Jawabannya adalah seorang manajer investasi. Karena judulnya adalah pasar uang, tentu inilah yang kemudian menjadi instrumen dari jenis reksadana ini. Berbeda jika instrumennya adalah saham, maka jenis dari penanaman modal itu pun disebut reksadana saham. 

Deposito Vs Reksadana Pasar Uang, Mana yang Lebih Menguntungkan?

 

Ketika membahas tentang investasi risiko rendah, deposito juga masih menjadi primadona di kalangan para penanam modal. Namun, belakangan pamor deposito mulai tergantikan oleh reksadana pasar uang. Kenapa? Faktanya, jenis investasi yang ditujukan pada pasar uang dinilai dapat membawa beberapa keuntungan yang strategis, khususnya jika dibandingkan dengan deposito. 

Untungnya Lebih Tinggi

 

Bukan rahasia lagi jika return dari reksadana pasar uang lebih tinggi jika disandingkan dengan jenis investasi seperti deposito. Sementara itu, jika Anda memilih deposito, jumlah suku bunga akan sangat bergantung pada seberapa banyak dan lama dana yang disimpan. Sebagai contoh, untuk bunga deposito, pemodal akan menerima sekitar 3,8 sampai 4,6 persen per tahun setelah dipotong pajak. Sementara untuk reksadana pasar uang, Anda bisa meraup bunga 4,75 hingga 5,75 persen setahun untuk nilai investasi sebesar Rp50 juta. Meskipun jumlah itu belum termasuk potongan pajak, bunga dari reksadana pasar uang masih lebih besar ketimbang deposito.

Bisa Mulai dengan Jumlah Investasi yang Tidak Terlalu Besar

 

Bagi Anda yang masih baru di bidang investasi, reksadana pasar uang tentunya akan jadi angin segar. Hal ini terutama karena Anda tidak perlu memiliki dana yang terlalu besar untuk dapat menikmati manfaat dari jenis investasi tersebut. Misalnya saja, untuk membuka deposito, bank umumnya akan menentukan jumlah minimum Rp5 juta. Dari jumlah itu, bunga yang bakal diterima tentunya tidak seberapa. Oleh karena itu, untuk benar-benar merasakan manfaat dari deposito, Anda disarankan untuk menyimpan dana di atas Rp50 juta. Besar, ya? 

Itulah yang kemudian membuat reksadana pasar uang tampil lebih superior jika dibandingkan deposito. Beberapa platform yang menyediakan layanan reksadana pasar uang bahkan ada yang menawarkan jumlah investasi mulai dari Rp100.000 saja. Apabila melihat keuntungan ini, maka tidak aneh jika semakin banyak orang yang beralih ke jenis investasi ini. 

Waktu Pencairan Dana Fleksibel

Ini adalah salah satu perbedaan besar antara deposito dan reksadana pasar uang. Ketika berpikir tentang deposito, maka yang terbesit di benak adalah jangka waktu pengambilan yang telah ditentukan. Berbeda dengan reksadana, Anda bisa menarik dana kapan saja dibutuhkan. Lalu, bagaimana jika dana deposito ditarik di luar jatuh tempo pencairan? 

Anda bakal dikenakan dana yang besarnya beragam, sesuai dengan kontrak yang telah dibuat dengan penyedia layanan deposito. Rata-rata denda untuk penarikan deposito di luar waktu jatuh tempo adalah 2 persen dari jumlah dana. Sebaliknya, reksadana memberi keleluasaan bagi investor untuk mencairkan dana sewaktu-waktu tanpa adanya denda sepeser pun. 

 

Lama Waktu Investasi Juga Fleksibel

Manfaat terakhir yang bisa Anda rasakan jika memilih reksadana pasar uang adalah, lama waktu investasi juga fleksibel. Jika memilih deposito, Anda akan menemukan opsi seberapa lama dana akan disimpan, yang artinya jenis investasi ini sifatnya tidak fleksibel dari segi waktu. Berbeda dengan reksadana, yang jumlah waktu penanaman modalnya tidak kaku karena, semisal, Anda mau berinvestasi dalam hitungan bulan atau pun tahun, return yang diterima rata-rata tetap sama. 

Kesimpulan 

Inilah penjelasan lengkap seputar apa itu reksadana pasar uang dan apa saja keuntungan yang dapat Anda terima jika memilih opsi tersebut. Namun, perlu dicatat bahwa jenis investasi ini bukannya tidak memiliki risiko sama sekali. Dalam praktiknya, dana dalam reksadana pasar uang akan ditempatkan pada beberapa instrumen investasi, seperti surat berharga komersial misalnya, yang memiliki jatuh tempo 1 tahun. Instrumen ini tentunya memiliki risiko yang lebih besar ketimbang deposito, terutama ketika si penerbit surat berharga tersandung masalah wanprestasi. Kedua, return yang Anda dapat dari reksadana sifatnya fluktuatif, mengikuti suku bunga pasar. Maka kesimpulannya, baik buruknya sebuah investasi akan sangat bergantung pada kebutuhan masing-masing pemodal. 

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com