Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Apa Itu Reksadana Saham?

Apa itu reksadana saham?” Pertanyaan ini semakin sering terdengar di masyarakat, khususnya di kalangan investor pemula. Popularitas dari reksadana saham sendiri juga didukung oleh tingginya return yang ditawarkan oleh jenis investasi tersebut. Nah, jika Anda adalah salah satu dari mereka yang tertarik dengan jenis investasi ini, simak ulasan di bawah ini. 

Apa Itu Reksadana Saham?

 

Pada prinsipnya, reksadana sendiri adalah tempat mengumpulkan dana investasi dari masyarakat yang selanjutnya dikelola oleh manajer investasi. Dalam hal ini, manajer investasi adalah tim yang didukung oleh para tenaga profesional dalam urusan reksadana. Jadi, untuk jenis investasi ini, portofolio yang digunakan adalah saham. 

Lantas, keuntungan dari reksadana saham berasal dari mana? Itu didapat dari selisih antara harga jual dan beli saham. Namun perlu dicatat, Anda tidak bisa membeli saham dari setiap perusahaan. Reksadana saham hanya dapat dibeli dari perusahaan-perusahaan yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia atau luar negeri, serta punya badan hukum. 

Untuk melindungi para investor, perusahaan yang ingin bergabung dalam bursa efek juga harus melewati serangkaian seleksi yang ketat. Untuk itu, proses seleksi akan dijalankan sepenuhnya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Seberapa Tinggi Risiko dan Return dari Reksadana Saham?

 

Dari segi return, Anda bisa mendapatkan keuntungan maksimal, mulai dari 15 sampai 20 persen per tahun. Manfaat dari reksadana saham juga diperoleh dari faktor diversifikasi investasi. Artinya, investasi akan diteruskan ke beberapa saham untuk meminimalisir risiko. Akan tetapi, setiap jenis investasi pasti datang dengan risikonya masing-masing. Sebanding dengan return yang bakal Anda dapat, risiko reksadana saham juga terbilang tinggi. Hal ini karena jenis investasi tersebut datang dengan beberapa faktor risiko.

Pertama, pemodal bakal menghadapi fluktuasi nilai investasi yang dipicu oleh penurunan atau kenaikan dari kinerja reksadana itu sendiri. Faktor risiko yang kedua adalah, Anda bisa menghadapi likuiditas—kemampuan manajer investasi untuk membeli kembali dengan cara menyiapkan uang tunai. Ketiga, Anda bisa bersinggungan dengan masalah wanprestasi, terutama ketika rekan bisnis dari manajer investasi yang ditunjuk gagal merampungkan kewajibannya. 

Tips Agar Reksadana Saham Datangkan Keuntungan Maksimal

 

Setelah memahami apa saja return dan faktor risiko dari reksadana saham, mari mencari tahu apa saja hal yang perlu dilakukan agar Anda bisa untung dalam jenis penanaman modal ini.

 

Tentukan Dahulu Goal Anda

 

Jika Anda tertarik untuk berinvestasi pada reksadana saham, pelajari dahulu goal yang ingin diraih. Jika target investasi berumur di bawah 15 tahun, tentunya reksadana saham bukan instrumen yang tepat bagi Anda. Mengingat fluktuasi harga pasar yang relatif tinggi, jenis investasi ini pun menjadi bersifat jangka panjang. Jadi, apabila Anda memang memiliki rencana keuangan di atas 15 tahun, opsi reksadana saham merupakan sesuatu yang wajib dipertimbangkan.

 

Lakukan Review Terkait Kinerja Reksadana Saham

Tips yang kedua adalah, Anda perlu melakukan review terlebih dahulu terkait kinerja reksadana saham yang hendak dipilih. Hal ini terutama perlu diperhatikan oleh para investor pemula, yang notabenenya masih gampang tergiur iming-iming return besar di media. Saat melakukan evaluasi terhadap laporan kinerja reksadana saham, hindari hanya melihat hasil jangka pendek, yakni setahun. 

Jika ya, kesuksesan tersebut bisa saja hanya sebuah keberuntungan belaka. Agar Anda tidak terjebak dalam pilihan yang salah, cek data statistik dari kinerja suatu reksadana saham dalam kurun waktu setidaknya 5 tahun terakhir. Pengecekan juga dapat dilakukan dengan melihat penghargaan yang diterima oleh reksadana saham, yang biasanya diberikan media atau lembaga tertentu setiap tahun. Semakin banyak penghargaan yang didapat, tentunya semakin tinggi pula tingkat kepercayaan terhadap reksadana saham tersebut.

Rajin Memantau Investasi 

Terlepas dari fakta bahwa nantinya Anda akan menggunakan jasa manajer investasi, selalu pantau perkembangan reksadana saham yang dipilih. Seperti halnya ketika seseorang memiliki kebun, dia tentunya harus rutin memantau itu guna menghindari gangguan dari hama atau tanaman benalu di sekitarnya. Selain itu, ini juga penting untuk melatih insting penanaman modal Anda, terutama bagi mereka yang masih merasa baru di bidang investasi. 

Untuk melakukan monitor terhadap reksadana saham, Anda juga dapat melihat nilai investasi dari harga terakhir yang muncul di pasar. Kemudian hitung nilai keuntungan atau mungkin kerugian yang Anda dapat jika didasarkan pada harga pasir yang terakhir. Cek juga potensi rugi dan untung yang diambil berdasarkan nilai persentase. 

Kesimpulan

Reksadana jenis ini memiliki alokasi 80 persen pada saham, 20 persen dalam bentuk surat berharga atau 20 persen untuk pasar uang. Dengan nilai alokasi yang tinggi pada sektor saham, maka risikonya tentu jadi lebih besar dibandingkan reksadana jenis lain. Namun, berhasil atau tidaknya investasi Anda, semua tentu bergantung pada strategi keuangan Anda sejak awal. Demikian penjelasan singkat seputar apa itu reksadana saham.

Ardo L
A banker. Expert on money management, personal financial and basic investment.