Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Rupiah Hari Ini: Membuka Pekan Turun 0.3%, Bertahan Melawan USD?

Kurs-Rupiah-Dolar

Sentimen pasar terhadap mata uang garuda pekan ini banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor. Membuka pekan dengan penurunan 0.3% persen apakah sebuah sinyal rupiah akan kembali loyo melawan USD seperti penutupan pekan kemarin?. Sentimen pasar pada rupiah hari ini sangat dipengaruhi oleh hal-hal berikut.

Setelah loyo pada penutupan pekan kemarin, sentimen pasar terhadap rupiah masih sangat dipengaruhi kasus covid-19 di Indonesia. Prediksi pasar oleh pakar ekonomi mengatakan bisa saja rupiah berjaya terhadap USD, namun semua tergantung bagaimana pemerintah menangani covid-19.

Nilai tukar rupiah hari ini terhadap dolar Amerika juga sangat dipengaruhi oleh kondisi minyak dunia yang terus bergerak positif. Lainya penguatan rupiah dipengaruhi oleh obligasi yang diperdagangkan dengan yield yang cukup tinggi.

Yield on year di Indonesia bisa sampai 7,924% dengan inflasi 2,96% keuntungan riil dari SBN berarti bernilai 4,964%. Hal ini mendorong investor untuk membeli obligasi di Indonesia ketimbang negara lain. Hanya Malaysia saja yang keuntungannya mendekati, yaitu sebesar 3,087%.

Namun prediksi pelemahan rupiah muncul bukan karena faktor dalam negeri.Pelemahan uang garuda ini sangat dipengaruhi oleh pasar Non-Deliverable Market (NDF) yang pasarnya belum di buka di Indonesia. NDF ini sangat mempengaruhi pembentukan harga pasar.

Rerata pelaku pasar akan mengikuti pola NDF yang pelakunya kurang mendalami perekonomian dalam negeri. Dari hal tersebut BI memiliki rencana membangun Domestic NDF sebagai kontrol psikologi pelaku pasar.

Sedangkan faktor pelemahan dollar ke rupiah sangat dipengaruhi kondisi pengangguran di AS. Tercatat 26,5 Juta pengangguran selama 5 pekan terakhir. Hal ini menyebabkan investor melirik sektor-sektor berisiko seperti rupiah.

Selain akibat perkara pengangguran lirikan investor ke Indonesia adalah kuatnya perekonomian Indonesia selama kasus corona berlangsung. Grafik rupiah hari ini terlihat menguat bila dibandingkan dengan negara di Asia lainnya. Sempat mengalahkan peso dan yen.

Dilansir dari bisnis.com Ariston Tjendra dari Monex Investindo Futures. Ariston Tjendra mengatakan bahwa penguatan rupiah berada pada support 15.250 dan pelemahannya pada kisaran 15.650 per dolarnya.

Lainnya seperti yang dikatakan oleh Ariston, Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan hal serupa. Walaupun terlihat sedikit gejolak pada kurs dolar dengan rupiah namun memiliki potensi penguatan pada rupiah.

Prediksi penguatan rupiah sebenarnya sangat dipengaruhi oleh bagaimana pemerintah menangani kasus corona di Indonesia. Selain itu juga penelitian vaksin corona yang sempat gagal memiliki andil lain pada sentimen pasar.

Kebijakan pemerintah untuk melakukan lockdown dan memberikan stimulus peningkatan ekonomi sangat terlihat hasilnya yang menguatkan rupiah dalam menghadapi dollar.

Demikian sedikit ulasan terkait kabar rupiah hari ini. Tetap jaga kesehatan selama covid 19. Salam.