Moneyfazz
person using smartphone and MacBook Pro
Home » Berita Utama » Saham: Bisnis Manufaktur Bisa Jadi Harapan Tapi Rawan Anjlok

Saham: Bisnis Manufaktur Bisa Jadi Harapan Tapi Rawan Anjlok

Pandemi corona sampai hari ini belum ditemukan vaksin yang benar-benar ampuh untuk mengatasi. Namun apabila terus menerus hanya berharap menunggu vaksin ekonomi negara akan lumpuh total berhenti. Dan hal ini bisa menjadikan masalah baru di kemudian hari.

New normal menjadi harapan bergeraknya ekonomi namun tetap “aware” dengan kondisi pandemi saat ini. Bisnis di tata ulang agar tidak menjadi tempat penularan yang baru.

Sedemikian rupa pemerintah lewat protokol kesehatan juga mengupayakan terus agar masyarakat segera terbebas dari pandemi ini.

Melihat data historis bisnis dalam negeri, pandemi ini menciptakan resesi cukup dalam terhadap kurs hingga aset-aset saham. Pertumbuhan ekonomi saat ini juga ikut melambat dikarenakan pandemi ini.

Dengan diberlakukannya new normal Indonesia bisa bernafas lega pasalnya mulai terjadi pemulihan di segala sektor ekonomi. Walaupun begitu saham-saham bisnis masih rawan kembali resesi karena saat ini Indonesia masih tinggi soal jumlah kasus terkonfirmasi.

Pemerintah terus menggenjot pemulihan ekonomi dengan menggelontorkan banyak kebijakan yang membantu bisnis di Tanah Air. Selain dengan penangguhan penarikan pajak, penangguhan utang kredit, hingga bantuan modal secara langsung diberikan agar bisnis segera pulih. Nyatanya hal ini membuahkan hasil walaupun masih terlihat lambat.

Hal ini terlihat dari kembali bullish IHSG selama beberapa pekan ke belakang. Walaupun jatuh bangun namun proyeksi penguatan terlihat jelas.

Sentimen-sentimen yang ada terus diupayakan untuk menggenjot investor untuk masuk ke dalam negeri. Sehingga arus modal yang ada semakin besar sehingga pemulihan ekonomi bakal semakin cepat.

Saat ini sektor yang diproyeksikan menjadi harapan baru dan menguntungkan adalah sektor manufaktur. Dimana sektor ini adalah sektor yang paling mudah digenjot pertumbuhannya.

Selain karena hal tersebut sektor manufaktur dalam negeri juga berhubungan dengan pasar dalam negeri secara langsung. Kemudian soal serapan tenaga kerja sektor ini lah yang menyedot paling tinggi dari pada sektor yang lain.

Selain itu Kemenperin menjelaskan akan terus berupaya meningkatkan sektor ini sebagai garda depan pemulihan ekonomi.

“Kami terus berupaya seperti memberikan relaksasi pajak, dan stimulus lain agar perindustrian segera pulih akibat pandemi ini” ucap menperin Agus Gumiwang.

Namun akibat proyeksi ke depan Indonesia diramalkan menjadi hotspot baru corona saat ini arus modal asing yang masuk tersendat-sendat akibat net sell di IHSG yang cukup tinggi. Tercatat selama beberapa hari ke belakang saat IHSG akan pulih menuju level 5000 Asing buru-buru net sell untuk ambil untung.

Hal ini diakibatkan oleh sentimen corona gelombang kedua yang sampai hari ini terus membayangi pergerakan modal masuk di Indonesia.

Namun apabila hal itu benar terjadi sektor manufaktur akan kembali ajlok paling awal karena sektor ini sebelumnya suda tertidur akibat gelombang awal yang lalu.

Update data kasus Covid-19/ Corona Terbaru
Global Total
Last update on:
Cases

Deaths

Recovered

Active

Cases Today

Deaths Today

Critical

Affected Countries

Total in Indonesia
Last update on:
Cases

Deaths

Recovered

Active

Cases Today

Deaths Today

Critical

Cases Per Million

Selengkapnya

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com