Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Strategi Scalping Trader serta Kelebihan & Kekurangannya

scalping trader

Apakah Anda baru saja memulai trading saham? Bagi Anda yang masih tergolong pemula, pasti ada beberapa istilah dan pertanyaan mengenai cara trading saham yang baik agar bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal. Mungkin Anda akan bingung, sebaiknya transaksi saham itu dilakukan berapa lama sekali? Lalu, baiknya saham di hold lama atau langsung diambil saja untungnya saat sudah mulai terlihat profitnya?

Sebetulnya untuk menentukan hal tersebut, ada beberapa tipe trading dan gaya trading saham yang bisa Anda gunakan. Gaya trading ini diklasifikasikan dari jangka waktu transaksi yang dilakukan oleh trader. Dengan mengetahui gaya trading yang cocok, diharapkan Anda dapat lebih disiplin dalam mengeksekusi rencana yang sudah dibuat pada sebuah saham.

Nah, salah satu gaya trading yang kerap digunakan adalah scalping trading atau pelakunya disebut scalping trader. Mau tahu seperti apa penjelasan mengenai scalping trader ini? Simak selengkapnya berikut ini.

Apa itu Scalping Trader?

Scalper adalah tipe trader yang melakukan transaksi dalam jangka waktu yang singkat. Scalping ini merupakan salah satau strategi jual beli saham  dengan cara membeli lalu menjual saham dalam waktu yang sangat pendek. Biasanya, bisa dalam hitungan menit atau jam dan bahkan detik dalam satu hari yang sama. Teknik scalping trading ini juga dikenal sebagai salah satu metode yang bisa memberikan profit secara cepat. Tak heran, jika banyak trader pemula yang ingin mempelajarinya lebih dalam untuk mendapatkan keuntungan.

Seorang scalper menggunakan analisa teknikal sebagai senjata utamanya dan biasanya tidak memperdulikan analisa fundamental sama sekali. Grafik yang digunakan oleh scalper adalah minute chart dan hourly chart.

Trader yang menggunakan strategi ini akan mencoba untuk mendapatkan profit kecil namun dilakukan secara beruntun. Berbeda dibandingkan trader lainnya yang akan membiarkan posisi mereka terbuka dalam kurun waktu yang cukup lama untuk mendapat keuntungan besar. Scalper biasanya akan mengambil keuntungan-keuntungan kecil yang bisa mereka dapatkan hanya dalam hitungan menit saja. Hal ini pun akan dilakukan secara beruntun sebanyak puluhan hingga ratusan kali dalam sehari hingga mencapai target profit harian yang diinginkan.

Kelebihan Scalping Trader

1. Mendapatkan profit dengan cepat

Salah satu keunggulan utama dari teknik scalping trader adalah Anda bisa mendapatkan profit yang maksimal dalam rentang waktu yang relatif singkat karena para scalper akan keluar masuk pasar saham hanya dalam hitungan menit, atau bahkan detik saja. Apabila dilakukan dengan tepat, pengguna strategi scalping tidak harus menunggu berjam-jam atau berhari-hari untuk mendapatkan profit.

2. Tidak perlu mengkhawatirkan posisi floating

Apa sih itu posisi floating? Floating merupakan posisi mengambang (belum close) pada trading. Saat Anda melakukan trading, baik itu hasilnya minus ataupun profit, jika belum di-close maka posisi Anda disebut dengan floating.

Nah, dengan menggunakan strategi scalping Anda tidak perlu khawatir dengan posisi floating. Sebab, seorang scalper jarang sekali membiarkan transaksi mereka terombang-ambing karena terbawa floating ketika pergerakan market tidak sesuai lagi dengan yang diharapkan.

Seorang scalper akan lebih memilih untuk keluar dari pasar dengan melakukan cut-loss karena strategi yang digunakan bukanlah untuk memprediksi harga pasar dalam jangka panjang. Namun, support Anda tidak akan terlalu jauh dari modal, berarti nilai cut-loss juga tidak akan terlalu besar jika dibandingkan dengan modal.

3. Lebih berani untuk melakukan trading

Scalper mampu dan berani untuk masuk ke pasar saham meskipun dengan modal yang tidak terlalu besar. Bahkan, banyak juga scalper yang memiliki modal minimal dan mampu menghasilkan profit dengan baik. Selain itu, resistance yang digunakan pada minute chart dan hourly chart tidak akan terlalu jauh dari modal, sehingga akan lebih mudah terealisasi.

Kekurangan Scalping Trader

1. Siap rugi

Apapun itu strategi trading yang Anda gunakan, tentunya Anda harus sudah siap untuk menerima kerugian karena hal ini tidak bisa dihindari. Namun, seorang scalper tidak bisa berlama-lama di pasar saat analisisnya tidak sesuai dengan pergerakan harga yang terjadi saat itu. Dengan demikian, Anda pun akan lebih mudah terkena cut-loss jika salah dalam analisa. Tak sedikit juga scalper yang harus keluar dan siap untuk rugi. Berbeda dengan strategi trading lainnya yang masih memiliki kemungkinan untuk mendapatkan profit dengan membiarkan saham ter-floating terlebih dahulu.

2. Membutuhkan analisa dengan tingkat akurasi tinggi

Tipe trader dan gaya trading saham yang satu ini memerlukan analisa dengan tingkat akurasi atau ketepatan yang tinggi. Untuk menjadi seorang scalper dibutuhkan pengalaman dan pengetahuan trading yang cukup, serta psikologi trading yang baik. Selain itu, scalper juga dituntut untuk memiliki mental yang kuat dan mampu mengendalikan diri. Anda pun membutuhkan stamina tinggi karena harus memantau grafik secara terus menerus, dan serba cepat dalam mengambil langkah.

3. Butuh konsentrasi penuh

Proses trading yang cepat dan singkat, membuat Anda harus selalu berkonsentrasi penuh. Bagi seorang scalper, detik demi detik itu sangat berharga. Bahkan, scalper biasanya sudah bersiaga sejak sebelum perdagangan saham dibuka. Mereka sudah fokus pada layar trading untuk memantau pergerakan harga-harga yang memancarkan warna hijau atau merah.

Metodenya yang mengharuskan Anda untuk memantau pergerakan harga setiap saat, membuat scalping tidak cocok bagi pelaku saham yang tidak memiliki waktu atau yang sedang bekerja untuk melihat pergerakan harga terus-menerus. Untuk itu, sebelum Anda memilih strategi ini pastikan Anda sudah memenuhi kriteria dan paham dengan kelebihan serta kekurangan dari scalping trader ini.