Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Setelah Terpuruk, Harga Emas Meroket dan Jadi Safe Haven

Diantara keterpurukan beberapa mata uang serta saham negara-negara akhir pekan ini emas mencatat kenaikan harga setelah alami penurunan beberapa pekan. Kondisi kenaikan harga emas ini disinyalir akibat tidak stabilnya pasar akibat perang dagang serta sentimen penanganan corona.

Sering kali emas memang bisa dikatakan sebagai safe haven yang manjur kala krisis melanda ekonomi suatu negara atau global.

Selama beberapa pekan sebelumnya emas sempat mengalami penurunan harga, padahal ekonomi masih belum stabil. Hal ini merupakan akibat sentimen pelaku investor yang masih berani menaruh investasi pada aset-aset berisiko. Utamanya saat adanya euphoria remdesivir yang akan mengobati corona dari Gilead, Chicago, Amerika.

Namun menjelang akhir bulan Mei kondisi perekonomian AS masih jatuh bangun dan mencatat kenaikan kasus covid-19. Buruknya data tersebut diperparah dengan adanya pelonggaran lockdown di negeri Paman Sam yang dinilai prematur atau terburu-buru.

Untuk indeks Amerika seperti DJIA hitungan week on week menurun dari poin 24.331 pada penutupan pekan sebelumnya minggu ini ditutup menurun pada poin 23.685. Untuk S&P 500 penutupan pekan sebelumnya berada poin 2.929,80 sedangkan pekan ini ditutup pada poin 2.863,70. NASDAQ pekan lalu berada pada poin 9.121,32 pekan ini berada pada 9.014,56.

Untuk indeks Asia seperti Nikkei 225 Jepang pekan sebelumnya ditutup pada poin 20.179,09 dan pekan ini pada poin 20.037,47. Indeks Hang Sheng pada poin 24.230,17 pekan sebelumnya, untuk pekan ini ditutup menurun pada poin 23.797,47. Kospi pekan sebelumnya tercatat di poin 1.945,82 untuk pekan ini pada poin 1.927,28.

Sedangkan Indeks Saham Gabungan Indonesia, pekan sebelumnya ditutup pada posisi 4.597,43. Pekan ini ditutup menurun pada posisi 4.507,61.

Kondisi penurunan minat pasar akan aset-aset negara-negara terdampak corona mengakibatkan emas melejit dan menjadi safe haven selama sepekan ini.

Dari pembukaan pasar awal pekan ini tercatat emas di pasar spot naik sebesar kurang lebih 2% menjadi Dolar Amerika 1.743,67/tray ons.

Penguatan harga emas ini juga sudah mendapat sinyal dari Jerome Powel Ketua The Fed yang mengatakan bahwa kondisi ekonomi global bisa lebih buruk.

Di Indonesia sendiri emas Antam juga sudah mengalami kenaikan dari pekan sebelumnya pada Rp. 918.000/Gram. Untuk akhir pekan ini tercatat harga emas antam menyentuh harga Rp. 928.000/Gram.

Kondisi ekonomi Tanah Air saat ini benar-benar sangat beresiko untuk menjadi pilihan investasi. Emas selama sepekan ini menjadi buruan dan mengalami rally selama beberapa hari. Prediksi untuk pekan selanjutnya dimungkinkan emas masih akan berjaya akibat sentimen negatif peningkatan kasus corona serta kekhawatiran penyebaran pekan lebaran.