Moneyfazz
Home » Berita Utama » Siap Tembus Level Psikologis, Rupiah dan IHSG Malah Merah

Siap Tembus Level Psikologis, Rupiah dan IHSG Malah Merah

Ditutup menguat akhir Mei kemarin IHSG dan Rupiah diprediksi bakal menguat terus hingga akhir Juni mendatang. Perkiraan tersebut terbukti benar setelah rupiah bisa menanjak tajam hingga hampir tembus ke level psikologis Rp. 14.000 per dolar Amerika. Sedangkan IHSG juga mengalami hal yang sama yaitu tertahan sebelum tembus level psikologis Rp. 5.000.

Namun akibat beberapa sentimen yang muncul pada hari ini mengakibatkan turunnya rupiah serta IHSG pada hari ini.

Terkait turunnya rupiah hari ini disebabkan oleh dolar yang menguat dan rebound terhadap mayoritas kurs mata uang dunia. Penguatan dolar pada hari ini menyusul meredanya aksi protes terkait kematian George Floyd.

Dilansir dari CNBC Internasional, setelah hari ke-8 aksi-aksi yang sebelumnya rusuh pada hari ini berangsur berjalan damai. Malahan beberapa hari sebelumnya beberapa orang yang mengikuti aksi protes  tampak membersihkan sisa sampah akibat aksi tersebut.

Setelah aksi turun ke jalan tersebut berakhir damai, ribuan personel tentara yang diturunkan kini juga tampak di tarik mundur. Setelah sebelumnya Trump memberikan ancaman terkait apabila demo tidak segera dihentikan.

Kondusifnya Amerika setelah protes menuntut anti-rasisme di Amerika kini dolar ikut kembali pulih. Sentimen positif hari ini membuat para pelaku pasar spot utama berburu membeli dolar setelah dolar memburuk.

Selain rupiah yang terdampak mata uang Asia lainnya juga mengalami hal yang sama. Hampir keseluruhan tertunduk lesu melawan rebound dari dolar Amerika.

Sedangkan merahnya sentimen IHSG pada hari ini disinyalir akibat perpanjangan aturan PSBB di Jakarta. Dengan tidak sinkronnya antara keputusan pemerintah pusat dengan pemerintah DKI dampak yang muncul adalah ketidakpercayaan investor.

Dengan diperpanjangnya PSBB DKI jakarta beberapa sektor utama seperti, sektor tambang, manufaktur, perdagangan, konsumsi, finansial, dan campuran. turun drastis hari ini. Hanya sektor seperti properti, agribisnis, dan infrastruktur, yang masih aman pada hari ini.

Tingginya aksi jual akibat sentimen negatif yang timbul akibat kebijakan perpanjangan PSBB di Jakarta membebani IHSG. Hingga IHSG atau JKSE kembali turun pada level 4,916.70 atau turun sebanyak 0.49%.

Padahal selama sepekan Asing sempat memborong aset-aset di Indonesia dengan sentimen new normal.

Dengan memerahnya IHSG pada hari ini menjadi akhir rally yang terbentuk selama 6 hari berturut.

Prediksi pada penutupan perdagangan awal pekan Juni besok. Yaitu sentimen stabilnya rupiah terhadap mata uang Asia lain.

Hal ini berdasarkan penutupan pasar hari ini mata uang rupiah berhasil menguat terhadap yuan China, won Korsel, baht Thailand, dolar Taiwan, peso Filipina, dan dolar Singapura.

Sedangkan sentimen untuk IHSG besok bakal dipengaruhi oleh saham utama di LQ45 yang hari ini diborong asing dan relaksasi kebijakan di pasar modal yang terus mengalir.

1 comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com