Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Mengenal Swing Trader, Taktik dan Strategi Mengurangi Risikonya

swing trader

Pasar saham merupakan salah satu tempat berinvestasi yang legal dan berpotensi untuk menghasilkan keuntungan yang besar. Warren Buffett adalah salah satu contoh orang yang sukses di bidang saham dan paling populer untuk dijadikan panutan. Bahkan, Buffett pernah mejadi orang terkaya ketiga di dunia pada tahun 2015 versi majalah Forbes, lho.

Namun, untuk menjadi seorang investor saham atau trader saham tidaklah mudah. Walaupun memang pada praktiknya hanyalah membeli, menunggu harga naik, kemudian menjual saham. Tanpa pengetahuan dan pengalaman yang cukup, akan sulit untuk Anda mendapatkan keuntungan.

Nah, salah satu istilah yang perlu diketahui bagi Anda yang ingin terjun menjadi investor saham adalah swing trader. Swing trading merupakan sebuah strategi jual beli saham yang mampu memberikan keuntungan besar, bahkan dalam waktu singkat. Swing trader menggunakan konsep dasar “beli di swing low, dan jual di swing high.” Walaupun secara teori terdengar mudah, namun dalam praktiknya tidak semudah yang Anda bayangkan. Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Mengenal Swing Trader

Swing trading adalah strategi jual beli saham untuk memperoleh keuntungan hanya dalam hitungan hari atau minggu dari perubahan harga. Nah pelaku dari swing trading ini disebut dengan swing trader. Senjata dari seorang swing trader lebih banyak menggunakan analisis teknikal dalam menentukan jual atau beli saham. Namun, tanpa mengabaikan analisis fundamental, tren, dan pola harga.

Swing trading disebut sebagai tipe trading yang paling sulit karena tidak adanya indikator yang pasti saat harga saham ada di bottom dan ada di puncak. Kedua situasi ini sebenarnya masih dalam imajinasi trader. Untuk itu, saat Anda menjadi seorang swing trader, Anda akan dipaksa untuk berkhayal tentang posisi saham apakah benar-benar sudah ada di posisi bottom. Jangan sampai Anda salah membuat perhitungan dan mengira harga saham sudah di posisi bottom, lalu Anda membeli banyak saham tetapi harganya justru semakin turun.

Taktik Swing Trader

Seorang swing trader biasanya memiliki taktik tersendiri seperti mengambil posisi hold dalam jangka waktu tertentu, yaitu harian, mingguan atau bulanan untuk mendapatkan keuntungan dari naik turunnya harga saham. Swing trader akan mengidentifikasi tren di pasar, statistik saham dari sisi harga maupun volume yang diperdagangkan. Setelah itu dalam waktu singkat melakukan jual atau beli saham.

Dalam waktu singkat, keuntungan dari swing trading memang tergolong kecil sekitar 5% sampai 10% saja setiap minggunya. Namun jika diakumulasikan, keuntungan yang bisa didapatkan pun akan terasa signifikan. Inilah yang menjadi fokus dari swing trader.

Strategi swing trading sanggup mencetak keuntungan besar ketika harga saham tinggi di awal perdagangan. Selanjutnya saham akan ditahan karena mungkin saja harganya bisa melejit lagi di minggu selanjutnya. Atau Anda bisa juga menjual sebagian saham dan sisanya disimpan untuk berjaga-jaga bila harga saham semakin naik.

Risiko Swing Trading dan Cara Menguranginya

Melakukan permainan saham apapun itu bentuknya tidak akan lepas dari risiko, termasuk swing trading. Apabila salah dalam menganalisis tren dan harga saham, Anda bisa rugi besar. Sudah banyak membeli saham, ternyata harga malah terus merosot. Walaupun begitu, ada kiat-kiat yang dapat Anda lakukan untuk meminimalisir risiko dari swing trading ini.

1. Average Down

Average down adalah strategi investasi dengan melakukan pembelian secara bertahap ketika harga saham sedang jatuh. Strategi ini bisa dikatakan seperti mengeluarkan banyak modal untuk beli saham yang harganya akan merosot dari harga awal.

Jika dilihat secara sekilas, strategi average down ini memang akan membuat Anda rugi semakin besar jika saham yang dibeli harganya terus menurun. Namun jika dilihat sisi positifnya, bisa saja kelemahan ini dapat membalikkan keadaan harga saham kembali menanjak.

Apabila Anda ingin strategi average down ini berhasil, Anda harus memilih perusahaan yang tepat. Belilah saham di perusahaan dengan fundamental baik yang stabil dan punya peluang tumbuh cukup besar. Bukan sebaliknya, membeli saham perusahaan yang sudah pasti akan rugi. Untuk itu, Anda harus jeli dalam melihat potensi dari perusahaan tersebut.

2. Stop Loss

Terkadang ekspektasi dan prediksi Anda tidak sesuai dengan kenyataan. Sudah membayangkan akan mendapatkan keuntungan besar, tetapi ternyata malah rugi. Kejadian ini pasti akan berdampak pada kerugian yang akan Anda hadapi karena situasi ini tidak dapat diprediksi.

Apabila saat menjalankan swing trading kemudian Anda justru merugi, maka langsung saja lakukan stop loss. Cara ini adalah strategi untuk membatasi kerugian dengan menerapkan nilai batasan harga terendah. Stop loss buy untuk membatasi kerugian pada transaksi sell. Sementara itu, stop loss sell untuk membatasi kerugian pada transaksi buy. Strategi ini setidaknya akan membantu Anda meminimalisir kerugian yang terjadi.

Apapun itu istilahnya, investasi saham adalah investasi yang dikenal memiliki tingkat risiko tinggi dibanding investasi lainnya, seperti emas, deposito, reksadana, dan sebagainya. Namun, risiko yang tinggi ini sebetulnya sebanding dengan keuntungan besar yang bisa Anda dapatkan. Tak heran jika banyak orang yang tergiur untuk menanamkan modalnya di instrumen saham.

Agar bisa mendapatkan keuntungan dan jauh dari kerugian, Anda membutuhkan strategi yang tepat agar keuntungan bisa lebih cepat dirasakan. Sebaiknya pelajari cara investasi saham yang benar dan pilihlah saham perusahaan yang Anda kenali dengan growth yang bagus dan laba besar. Apabila Anda sudah memilih perusahan yang untung besar, maka Anda pun berkesempatan untuk mendapatkan keuntungan yang semakin banyak.