Moneyfazz
Home » Berita Utama » Surplus Neraca Perdagangan Bakal Topang Rupiah Lawan Dolar

Surplus Neraca Perdagangan Bakal Topang Rupiah Lawan Dolar

Rupiah saat buka perdagangan pada hari ini masih naik-turun di level Rp. 14.000-an. Menguatnya dolar selama pekan tengah bulan Juni ini semakin menekan rupiah dan mata uang lainnya.

Namun pada perdagangan hari ini rupiah bisa kembali menunjukkan taringnya menghadapi dolar di pasar spot pada perdagangan hari ini.

Sentimen global untuk rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh turunnya indeks dolar pada hari ini yang turun 0,20% ke level 96.51. Merahnya dolar pada hari ini menjadi kesempatan untuk rupiah menggenjot performa.

Selain itu performa rupiah dihadapkan dengan mata uang Asia unggul, sehingga meningkatkan sentimen positif pelaku pasar spot pada hari ini. Rupiah terhadap yen pada hari ini naik 0,32%, terhadap won naik 0,08%, terhadap dolar Taiwan naik 0,1%. Selain itu dihadapkan dengan ringgit naik 0,15%, dolar singapura naik 0,06%.

Performa rupiah yang masih cukup baik di pasar spot Asia menjadi momentum penahan rupiah menghadapi dolar untuk bertahan di level Rp. 14.000-an.

Sedangkan sentimen dolar Amerika saat ini turun akibat sedikit pulihnya sentimen pasar ke harapan bahwa new normal akan baik-baik saja.

Memang sebelumnya selama perdagangan pekan kemarin pelaku pasar terlihat berlindung di balik dolar sebagai safe haven, semenjak muncul sentimen naiknya kasus corona.

Sedangkan sentimen dalam negeri saat ini rupiah bakal ditopang oleh rilis berita dari nilai neraca perdagangan untuk bulan Mei 2020.

Surplus neraca perdagangan Indonesia untuk bulan Mei 2020 tercatat naik 2,09 miliar dolar Amerika. Naiknya surplus ini menjadi sinyal baru yang positif setelah sebelumnya mencatatkan defisit 372,1 juta dolar Amerika.

Sedangkan neraca perdagangan bulan Januari hingga mei 2020 dibandingkan dengan tahun yang lalu mencatatkan kenaikan sebanyak 4,31 miliar dolar Amerika. Sedangkan pada bulan yang sama pada tahun yang lalu neraca perdagangan mencatatkan defisit sebanyak 2,68 miliar dolar Amerika.

Naiknya neraca perdagangan pada bulan ini adalah akibat dari turunnya kebutuhan impor migas untuk pasokan industri yang turun selama corona. Kebutuhan impor migas seringnya mengakibatkan defisit sehingga turunnya kebutuhannya sama artinya saving untuk keuangan negara.

Sinyal positif dari data neraca perdagangan ini diprediksi bakal mampu menopang perdagangan rupiah lebih lanjut dalam menghadapi dolar pada pekan ini.

Prediksi untuk rupiah secara keseluruhan apabila tidak ada tren kuat maka rupiah masih akan bertahan pada posisi level psikologis. Akan terjadi fluktuasi selama pekan ini melihat data corona dan juga sentimen global terhadap dolar.

Namun apabila new normal di Indonesia malah menemui jalan buntu dan mengakibatkan penutupan kedua kalinya atau PSBB maka hal ini bisa menjadi sinyal merah untuk rupiah.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com