Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Tersandung Aksi Jual Selama Sepekan IHSG Terburuk Ke-2 Asia

Efek melemahnya beberapa sektor ekonomi di dalam negeri, berdampak langsung menjadi perspektif negatif para investor. Selama pertengahan pekan Mei ini IHSG mencatat penjualan yang cukup tinggi. Kode bahwa berinvestasi di Indonesia saat ini terlalu beresiko.

Pelemahan IHSG sepanjang pekan ini paling banyak berasal dari dampak krisis corona beberapa pekan lalu. Seperti menurunnya daya beli masyarakat di lapangan serta naiknya harga beberapa kebutuhan pokok. Menyebabkan penunjang sektor ekonomi bawah menurun cukup tajam.

Di sektor industri yang tidak masuk list industri utama, menutup perusahaan adalah jalan yang harus dipilih. Sehingga menyebabkan PHK pegawai/karyawan yang sangat banyak.

Beberapa stimulus yang bersifat jangka pendek seperti bantuan langsung tunai, atau pengurangan kredit bunga bagi pelaku usaha menjadi pereda yang cukup efektif. Namun melihat lemahnya PDB untuk bulan April, obat tersebut nampak hanya memberi efek sementara.

Pemerintah selama sepekan ini mengkaji langkah jangka panjang penanganan covid-19, sehingga terjadi geliat ekonomi yang cukup tinggi. Salah satunya adalah mengkaji pelonggaran lockdown mulai 1 Juni depan.

Dan kebijakan tersebut alih-alih menjadi obat yang manjur untuk mengobati krisis. Namun menimbulkan persepsi lain untuk investor saham dalam negeri maupun luar negeri.

Hal ini disinyalir mirip seperti kejadian anjloknya saham wall street tengah pekan lalu yang mana kebijakan pelonggaran tersebut dinilai terlalu dini. Melihat belum adanya tanda-tanda penurunan jumlah pasien covid-19 di Amerika maupun di Indonesia.

Aksi jual saham dengan volume besar terjadi selama sepekan ini untuk IHSG. Tercatat jumlah penjualan tembus lebih dari Rp. 6 Triliun, jumlah tersebut naik dari pekan lalu yang hanya sekitar Rp. 5 Triliun.

Perkiraan semakin menanjaknya kasus covid disertai dengan pekan lebaran, investor tentu was-was akan terjadinya pelanggaran aturan lockdown. Maka aksi jual jadi pilihan teraman dan tentu saja ini pertanda buruk bagi kita.

Penurunan IHSG selama sepekan ini tercatat cukup dalam yaitu sebesar 2%. Menempatkan Indonesia pada posisi kedua terburuk di Asia.

Dapat dilihat dari beberapa kejadian yang telah lalu tersebut ada beberapa hal yang bakal menopang penguatan pergerakan IHSG sepekan mendatang.

Rapid test versi karya UGM yang bisa mendeteksi lebih optimal covid-19 ini, tentu menjadi sentimen positif untuk investor. Test tersebut sudah diujicobakan dan menghasilkan data lebih tinggi dan akurat.

Skenario pelonggaran lockdown yang baik bisa memancing kepercayaan investor untuk mengurangi aksi net sell pekan ini. Namun kebijakan tersebut harus benar-benar dilaksanakan dengan baik bukan malah menciptakan cluster covid-19 baru.

Teken kontrak antara Amerika dengan Indonesia terkait relokasi industri farmasi menjadi sentimen baru yang positif untuk Indonesia. Namun buruk bagi investor Asia utamanya China. Hal ini bisa meningkatkan jumlah transaksi saham harian yang tentunya bagus bagi pertumbuhan saham dalam negeri.