Moneyfazz
Home » Berita Utama » Thai Airways Nyatakan Bangkrut, Garuda Indonesia Apa Kabar?

Thai Airways Nyatakan Bangkrut, Garuda Indonesia Apa Kabar?

Kondisi bisnis yang tidak sehat akibat terhentinya aktivitas kerja selama pandemi corona mengakibatkan kerugian materiil badan usaha. Kabar yang paling mencolok pada pekan ini adalah kabar maskapai andalan negara gajah Thailand yaitu Thai Airways harus mengalami kebangrutan.

Kabar kebangkrutan Thai Airways ini mencuat setelah pihak maskapai mengajukan petisi kebangkrutan kepada pihak investor, kreditur, serta pelanggan yang masih memiliki tiket. Petisi tersebut berisikan salinan keputusan Thai Airways dalam mengurus rehabilitasi kebangkrutan di Central Bankruptcy Court (Pengadilan Pusat Kebangkrutan).

Adapun penyebab Thai Airways bisa menyatakan kebangkrutan, hal ini disebabkan oleh hutang yang dipikul maskapai ini.

Data hutang Thai Airways pada tahun 2019 lalu mencapai 147.4 miliar baht sudah dipotong 74.1 miliar baht oleh investor. Kemudian tanggungan sewa pesawat sebesar 46,5 miliar baht serta hutang lainnya dalam bentuk euro sebesar 11,9 miliar.

Kondisi keuangan yang buruk kemudian akibat krisis corona yang berlarut-larut membuat maskapai plat merah di Thailand ini menuju pailit.

Terkait soal refund tiket yang tembus 24 miliar baht bakal ditunda setelah rehabilitasi kebangkrutan dijalankan. Kemudian langkah yang akan ditempuh maskapai ini yaitu bakal membayar dalam jangka waktu 6 bulan setelah proses rehabilitasi dilakukan.

Sebenarnya sebelum adanya corona perusahaan ini telah megap-megap akibat beban utang yang dipikul perusahaan ini. Dan Kemudian corona mencuat pada awal Januari yang lalu sehingga pemerintah Thailand tidak bisa berbuat banyak terhadap perusahaan negara tersebut.

Akibat krisis global akibat corona ini sebenarnya tidak hanya Thai Airways yang megap-megap akibat tidak bisa mengudara. Maskapai penerbangan negara-negara lainnya pun juga megap-megap akibat corona.

Rilis data dari IATA (International Air Transport Association) mayoritas maskpai penergbangan alami kerugian. Tidak hanya maskapai swasta namun hingga maskapai milik negara. Hanya ada 4 maskapai yang benar-benar mencatatkan keuntungan selama masa krisis pandemi corona ini.

Garuda Indonesia sendiri kasusnya hampir mirip dengan Thai Airways, namun pihak maskapai plat merah ini tidak langsung menyatakan kebangkrutan. Padahal utang Garuda Indonesia telah mencapai  496,84 juta dolar Amerika.

Terkait utang yang membebani pihak maskapai ini, Garuda Indonesia mengajukan negosiasi dengan pemegang sukuk. Hal ini ditujukan agar pemegang sukuk mau melonggarkan jatuh tempo hutang pada bulan Juni ini ke 3 tahun mendatang.

Namun proses lobi ini tentu tidak selamanya bisa mulus. apabila pemegang sukuk tidak bisa melonggarkan maka jalan satu-satunya yang bisa dilakukan oleh Garuda Indonesia adalah menggunakan dana talangan dari pemerintah sebesar Rp. 8 miliar lebih.

Untuk itu langkah-langkah ditempuh pihak Garuda Indonesia selama pandemi corona untuk menekan biaya operasional maskapai. Salah satunya adalah merumahkan pilot serta beberapa karyawannya.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com