Moneyfazz
Home » Berita Utama » Tutup Pekan, Rupiah Menguat dan Jadi Tembus Level Keramat

Tutup Pekan, Rupiah Menguat dan Jadi Tembus Level Keramat

Selama perdagangan akhir Mei yang lalu rupiah tampil perkasa dengan menguat terus menerus hingga tembus di bawah level harga Rp. 14.700 per dolar Amerika. Sentimen-sentimen positif yang terus menyokong rupiah hingga buka harga di awal Juni hingga hari ini membuahkan level rupiah menguat hingga tembus level keramat.

Level keramat 14.000 merupakan level psikologis rupiah bulan Juni ini. Pada posisi level psikologis seperti ini para traders biasanya akan berhenti sejenak untuk melihat situasi trend pasar selanjutnya.

Hal inilah yang menyebabkan kenapa grafik kurs rupiah seperti stagnan susah untuk naik ataupun susah untuk turun. Terlihat pada pergerakan hari Kamis yang lalu dimana posisi rupiah yang sudah siap menembus namun tertahan dan koreksi.

Sentimen global yang memberikan dampak mayoritas pada pekan ini adalah loyonya dolar Amerika akibat aksi rusus buntut dari protes kematian George Floyd.

Sentimen berkepanjangan sejak akhir Mei lalu membuat pasar enggan berlama-lama dengan dolar Amerika. Selain itu, sikap presiden Trump yang lebih memilih menurunkan militer menjadi nilai tersendiri bagi para pelaku pasar. Tangan dingin Trump tersebut dinilai tidak simpatik sekali dengan kondisi anti-rasisme di Amerika yang semakin parah.

Momen kondisi dropnya Amerika akibat kerusuhan ini juga dimanfaatkan oleh lawan bisnisnya yaitu China. Terdampak sangat parah akibat perang dagang yang ditabuh oleh Trump kini China balik serang dengan komentar dari tokoh pemerintah China. Mereka pemerintah Amerika tidak sanggup mengatasi masalahnya sendiri utamanya soal rasisme.

Momen kerusuhan ini langsung dimanfaatkan oleh China dengan balik stop impor barang dari Amerika dan terus menggenjot beberapa sektoral dan rilis data manufaktur.

Selain itu kondisi pemulihan ekonomi yang disegerakan oleh pemerintah melalui pelonggaran lockdown menjadi masalah baru.

Pasalnya Amerika terlanjur mengalami peningkatan jumlah pengangguran yang sangat tinggi sepanjang sejarah setelah krisis ekonomi tahun 2008-2009 yang lalu.

Suntikan investor mengalir deras namun kondisi masyarakat sulit pulih akibat hilangnya pekerjaan. Hal ini menjadi kunci dari pertanyaan dimana saham Amerika seperti Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masih aman menghijau namun dolar terus terpuruk.

Posisi rupiah yang berada di level cukup aman setelah melewati batas level support Rp. 14.730 dan perkasanya rupiah terhadap mata uang Asia lain. Membuat pelaku pasar antusias untuk berburu rupiah.

Walau sempat koreksi akibat reboundnya dolar pada Kamis lalu namun tampak rupiah terlalu perkasa hingga menghantam dolar Amerika lebih keras. Pada akhir perdagangan New York 5 Juni tadi pagi, rupiah langsung aman pada level harga Rp. 13.701 per dolar Amerika.

Menguatnya rupiah ini juga sudah dianalisis sebelumnya oleh Gubernur BI Perry Warjiyo yang terus mengatakan bahwa potensi penguatan rupiah sangat tinggi. Hal ini dilihat dari segi premi risiko dan nilai inflasi rupiah yang masih rendah.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com