Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

WHO Ingatkan Virus Corona Kian Cepat, Dunia Masuk Fase Baru

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan pandemi virus Corona secara global kini ada dalam fase baru dan berbahaya.

WHO menyebut virus Corona semakin cepat menyebar ketika orang-orang mulai lelah lockdown dan pembatasan sosial. 

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengimbau negara-negara dan warganya untuk tetap waspada tinggi. Ini karena jumlah kasus yang dilaporkan ke Badan Kesehatan PBB mencapai puncak baru. 

“Pandemi semakin cepat. Lebih dari 150 ribu kasus baru Covid-19 dilaporkan ke WHO kemarin–jumlah paling banyak dalam satu hari sejauh ini,” ungkap Tedros pada konferensi pers virtua kemarinl (19/6).

Tedros juga menyebutkan bahwa nyaris separuh dari kasus baru yang dilaporkan ke WHO itu asalnya dari kawasan Amerika, lalu dengan jumlah besar juga dilaporkan dari Asia Selatan dan Timur Tengah. 

“Dunia ada dalam fase baru dan berbahaya. Banyak orang dipahami sudah bosan dengan berada di dalam rumah. Negara-negara dipahami sangat bersemangat untuk membuka masyarakat dan perekonomian,” tambahnya.

Disamping itu, virus semakin menyebar secara cepat, masih tetap mematikan dan kebanyakan orang masih rentan. Tedros juga menyebutkan kalangan yang paling rentan akan paling menderita. 

Ada 8,6 juta kasus virus Corona secara global menurut data Jhon Hopkins University. Sementara untuk total kematian akibat virus Corona di berbagai negara lebih dari 459 ribu orang. 

Sementara itu, secara terpisah Direktur Urusan Darurat  WHO, Mike Ryan memberi peringatan bahwa negara-negara perlu waspada gelombang kedua penularan dan puncak ke-2 dalam gelombang pertama yang juga belum usai. 

“Anda mungkin mendapati puncak kedua dalam gelombang pertama, dan kemudian Anda mungkin mengalami gelombang kedua : itu harus salah satu,”ungkapnya.

Peningkatan jumlah kasus bisa disebabkan karena tingginya peningkatan kemampuan tes.

Ryan juga menyebutkan bahwa peningkatan tidak terduga dari jumlah pasien rawat inap dan jumlah kematian ini jadi indikator lebih baik untuk potensi kemunculan kembali virus Corona. 

Maka dari itu menurutnya lockdown harus dilakukan secara hati-hati. Karena anda tidak tahu di mana, dan kemungkinan virus itu akan mengejutkan anda sendiri. 

Di sisi lain, untuk kasus Corona di negara Indonesia mengalami penambahan per 19 Juni 2020. Setidaknya ada 1.041 kasus baru positif dari total 43.803 kasus. 

Sementara untuk jumlah orang yang sembuh ada 17.349. Lalu untuk yang meninggal dunia ada 2.373.

Sulawesi Selatan jadi daerah yang memberikan penambahan kasus terbanyak pada hari itu, yakni 207 kasus dengan 42 kasus sembuh. 

Dengan kasus yang semakin meningkat ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan berfokus pada tes di 3 Provinsi yang memiliki penambahan pasien positif setiap harinya.

Provinsi tersebut adalah Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan. 

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto menegaskan, tracing dan pengetesan di daerah tersebut tidak bisa sembarangan dilakukan karena harus diketahui kabupaten mana yang paling membutuhkan tes. 

Menurutnya penyakit Covid-19 adalah penyakit menular jadi harus berpikir based on community. Artinya masyarakat yang menjadi subjek dan objek (20/6/2020).